Walau Rugi, Saham Garuda Melonjak

Walau masih rugi, harga saham Garuda naik pada pertengahan November ini.

SAHAM  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) meroket sampai 40 persen, padahal perusahaan plat merah atau BUMN tersebut mengalami kerugian Rp15 triliun pada kuartal III tahun ini.

Data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan,  maskapai “flag carrier” Indonesia tersebut membukukan pendapatan 1,14 milyar dollar AS atau merosot 67,9 persen dibandingkan periode yang sama 2019.

Sebaliknya, harga saham Garuda pada sesi penutupan perdagangan pada Jumat (13/11) tercatat mencapai Rp328 per lembar, bahkan harga tertingginya mencapai Rp340 atau naik 40 persen dibandingkan pada 13 Oktober lalu sebesar Rp236.

Pada sesi perdagangan terakhir BEI, saham GIAA ditransaksikan sebanyak 18.393 kali, sedangkan volume saham yang diperdagangkan sebesar 306,55 juta lembar bernilai            Rp 101,25 miliar.

Ajakan ustadz kondang Yusuf Mansur pada publik untuk membeli saham maskapai penerbangan milik negara disebut-sebut ikut berkontribusi melonjaknya nilai saham perusahaan GIAA.

 

 

 

 

 

Advertisement