Awan Cumulonimbus akibatkan Hujan Es di Lombok Timur

Ilustrasi Awan Cumulunimbus/ Youtube

LOMBOK TIMUR – Hujan esĀ  terjadi di Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pada Ahad, 22 November 2020 sekitar pukul 15.20 Wita, akibat pembentukan awan Cumulonimbus.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Levi Ratnasari mengatakan hasil pantauan citra radar dan satelit, terpantau bahwa liputan awan konvektif, yakni awan Cumulonimbus terpantau di sekitar wilayah terjadinya hujan es, yakni, terlihat suhu puncak awan Cumulonimbus terpantau sangat dingin, yakni mencapai kurang dari 80 derajat celcius.

Perlu diketahui awan Cumulonimbus atau dikenal dengan awan Cb dapat terbentuk akibat adanya pemanasan yang kuat di permukaan serta udara yang labil di wilayah tersebut.

Levi menambahkan pertumbuhan puncak awan Cb dapat lebih dari enam kilometer, di mana kandungan dari awan Cb dengan suhu puncak awan yang sangat dingin tersebut kurang dari 80 derajat celcius dapat menghasilkan butiran es.

Butiran es dapat jatuh ke permukaan juga didukung oleh kondisi dari suhu di permukaan di wilayah tersebut.

“Ketika suhu di permukaan atau daratan cukup dingin maka butiran es dari puncak awan Cb tersebut dapat jatuh masih berupa partikel es, sehingga hujan yang di hasilkan berupa butiran es,” ujarnya, dikutip Antara.

Umumnya, kata dia, hujan es terjadi dalam waktu singkat, namun diikuti oleh terjadinya hujan lebat yang disertai petir bahkan angin kencang.

Untuk itu, Levi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengenali cuaca di sekelilingnya jika teramati awan Cb, yakni awan berwarna hitam seperti bunga kol dan berlapis.

 

Advertisement