YERUSALEM – Direktur Masjid al-Aqsa Sheikh Omar al-Kiswani memohon bantuan dunia Islam di tengah serbuan polisi Israel ke situs suci tersebut.
“Ekstremis Yahudi tidak akan memasuki Haram al-Sharif (bangunan utama al-Aqsa) sebelum menginjak tubuh kita,” tegas dia.
Menyatakan bahwa polisi Israel melanggar kesucian Haram al-Sharif, dia lalu bertanya kepada dunia Islam, “Di mana kehormatanmu?” tanyanya pada dunia Islam, seperti dikutip Anadolu.
Polisi Israel pada Senin menyerbu Masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dan menyerang orang-orang Palestina yang berjaga untuk mencegah serangan oleh ekstremis Yahudi.
Ekstremis Yahudi memutuskan menyerbu Masjid al-Aqsa untuk merayakan Perang Enam Hari pada 1967, saat Israel menduduki Yerusalem Timur dan menyebut peristiwa itu sebagai “Hari Yerusalem” menurut kalender Ibrani.
Organisasi Yahudi ekstremis menyerukan penggerebekan Masjid al-Aqsa pada Minggu dan Senin untuk merayakan hari itu.





