
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo mengingatkan, angka penyebaran Covid-19 bisa dipastikan akan melonjak sekitar Juni mendatang akibat peningkatan mobilitas dan aktivitas warga selama Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H.
Sejumlah warga di wilayah ibukota dan sekitarnya sudah mulai “mencuri” start dengan berangkat ke kampung halaman mereka sebelum larangan mudik diberlakukan dari 6 sampai 17 Mei.
Kerumunan massa juga terjadi saat shalat tarawih, buka puasa bersama, belanja untuk memenuh kebutuhan lebaran, shalat lebaran dan silaturahmi dengan tetangga, handai taulan di kampung halaman.
Tak pelak lagi berbagai kegiatan terkait lebaran yang membuat kerumunan berkontribusi menciptakan kluster mudik, kluster keluarga, kluster salam-salaman atau silaturahmi dan lainnya.
Hal itu tercermin dengan kecenderungan meningkatnya kasus penambahan harian orang terpapar Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini.
Menurut catatan, angka penambahan kasus orang terpapar Covid-19 yang sejak 12 sampai 19 Mei bisa ditekan sampai di bawah 3.000-an, cenderung naik lagi menjadi 5.797, 5.746 dan 5.296) pada tiga hari terakhir (20 – 22 Mei).
Di wilayah Sumatera misalnya, seluruhnya berada pada status zona oranye dan merah kecuali Pulau Nias, sementara arus balik pasca mudik khususnya masih terus mengalir ke P. Jawa, sedangkan pemudik gelombang kedua yang menghindari larangan mudik (6 sampai 17 Mei) juga sudah terjadi.
Yang dicemaskan, aka terjadi fenomena “pingpong” saling menularkan Covid-19 antara pemudik yang berdatangan dari luar Sumatera, khususnya dari P. Jawa dan sebaliknya, saat mereka kembali ke P. Jawa pasca Idul Fitri.
Selain tingginya mobilitas dan penyebab terjadinya kerumunan di tengah suasana Idul Fitri, dilaporkannya kasus-kasus transmisi lokal sejumlah varian baru hasil mutasi virus corona penyebab Covid-19 juga harus terus diantisipasi.
Selain varian B117 asal Inggeris yang daya penyebarannya lebih cepat, ada pula varian B1.617 asal India yang lebih mematikan dan bermutasi menjadi sub-sub varian seperti B1.617.1, B1.671.2 dan B1.617.3.
Namun dengan berbagai upaya pemerintah untuk melakukan penyekatan sehingga mampu menekan jumlah pemudik menjadi sekitar 2,6 juta dibandingkan belasan juta pada tahun lalu, diharapkan lonjakan penyebaran Covid-19 tidak seperti terjadi di India.




