MYANMAR – Majelis Umum PBB diduga akan menyetujui sebuah resolusi yang menyerukan agar junta Myanmar memulihkan transisi demokrasi di negara itu dan menyerukan semua negara untuk mencegah aliran senjata ke Myanmar.
Rancangan resolusi itu juga mengutuk kekerasan mematikan oleh pasukan keamanan dan menyerukan junta untuk membebaskan tanpa syarat pemimpin sipil terguling Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint dan semua orang yang ditahan, didakwa atau ditangkap secara sewenang-wenang.
Majelis yang beranggotakan 193 negara itu dijadwalkan akan mempertimbangkan resolusi yang memiliki lebih dari 50 negara sponsor tersebut pada Jumat (18/6/2021) sore.
Para diplomat mengatakan, seperti dilansir VOA, para sponsornya berharap resolusi itu akan disetujui secara konsensus untuk mengirim pesan yang kuat kepada militer Myanmar bahwa ada oposisi global terhadap kudeta 1 Februari lalu, dan ada dukungan untuk memulihkan proses transisi demokrasi di Myanmar, meskipun negara mana pun dapat mengajukan permohonan penyelenggaraan pemungutan suara untuk resolusi itu.





