7 Tahanan Palestina di Penjara Israel Lanjutkan Mogok Makan

Rakyat Palestina demo untuk meminta Israel mengabulkan permintaan tahanan yang mogok makan. Foto : PIP

PALESTINA – Sekitar tujuh tawanan Palestina di penjara penjajah Israel melanjutkan mogok makan terbuka, mereka menolak penahanan administratif, Kayed Fasfous, adalah pemogok makan tertua sudah selama 108 hari mogok makan dan disusul Miqdad Al-Qawasmeh yang sudah mogok makan selama 101 hari.

Dikhawatirkan salah satunya akan mati syahid kalau upaya ini tidak dihentikan. Israel tidak meresposn tuntutan para tawanan ini. selain itu, Israel berusaha menghentikan aksi mogok mereka dengan cara yang sadis dan tidak bermoral.

Direktur Asosiasi Tawanan Wa’ed, Abdullah Qindil membenarkan bahwa para tawanan mogok makan di penjara penjajah Israel telah mencapai tahap yang sangat buruk yang telah melampaui tahap bahaya ekstrim.

Badan Urusan Tawanan Palestina mengungkapkan Sabtu (6/11/2021) tawanan Miqdad Al-Qawasma menderita keracunan darah dan masalah pada jantung, paru-paru, ginjal dan hati, yang mempengaruhi kemampuannya untuk bergerak, berbicara dan melihat.

Seperti dikutip dari Pusat Informasi Palestina, penjajah Israel tidak peduli dengan situasi serius tawanan mogok makan tersebut.

Israel justru fokus pada cara menghentikan aksi mogok ini dengan berbagai cara sadis dan tidak bermoral, yang menunjukkan bahwa metode ini memiliki dampak psikologis dan fisik yang serius pada kesehatan tawanan.

 

Advertisement