
MASA-krusial atau kritis penanganan pandemi Covid-19 akibat penyebaran virus corona SARS-CoV-2 di Indonesia bakal dihadapi pada hari-hari menjelang penutupan tahun 2021 dan awal pembukaan tahun baru 2022.
Penyebabnya, libur Natal dan Tahun baru (Nataru) sekitar beberapa hari lagi diperkirakan bakal memicu peningkatan mobilitas warga, baik berpergian ke luar kota mau pun memadati obyek-obyek wisata, mal-malĀ atau pusat perbelanjaan dan rekreasi di sekitar tempat tinggal mereka.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, libur Nataru dan Hari Raya Ied ditandai meningkatnya mobilitas dan interaksi atau kontak fisik antamanusia berkontribusi besar membuat angka orang terpapar Covid-19 dan kematian melonjak tajam.
Tak hanya mobilitas dan kerumunan manusia yang bakal memicu penyebaran Covid-19, dunia saat ini juga sedang menghadapi serangan varian baru virus SA -2 Omicron yang sudah menyebar di 77 negara, yang tertinggi di Inggeris dengan 1.334 kasus (17/12), disusul Afrika Selatan, asal varian tersebutĀ (426 kasus) dan Amerika Serikat (152 kasus).
Di Indonesia, kasus pertama Covid-19 akibat varian Omicron (B1.1.529) juga sudah terkonfrimasi memapar (N), seorang petugas kebersihanĀ di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kasus kedua dialami oleh M (50) pelaku perjalanan yang baru pulang dari London, Inggeris dan IK (41) yang baru saja melakukan perjalanan jauh dari Guyana, Amerika Latin dan transit di Tocumen, Panama, bandara Schipol, Belanda danbandara Changi, Singapura.
N sendiri saat ini sudah dinyatakan negatif Covid-19 setelah dikarantina dan diobservasi di RCDC, namun dari hasilĀ pelacakan terhadap 60 orang yang kontak erat dengannya, 10 orang diantaranya positif sehingga dilanjutkan dengan pemeriksaan sekuens genom (WGS) secara menyeluruh
Bermutasi Puluhan Kali.Ā Ā Ā
Varian Omicron asal Afrika Selatan yang sudah bermutasi puluhan kali membentuk galur baru memiliki kemampuan menularkan lima kali lipat dibandingkan varian Delta (B1.1.7) asal India.
Selain itu, Omicron juga memiliki kemampuan mengecoh sistem imunitas tubuh dan menginfeksi ulang korban yang sudah divaksin dan pernah terpapar Covid-19 walau gejalanya tidak separah jika terinfeksi varian Delta.
Sejauh ini, pintu-pintu masuk dari bandara dan pelabuhan laut diperketat, begitu pula di sejumlah wilayah dibangun pos-pos untuk memastikan warga mematuhi protokol kesehatan.
Namun menurut catatan, di sejumlah tempat di Jakarta saja, para pedagang asongan atau angkringan sebagian besar sudah tidak mengenakan masker wajah. Pengawasan juga agaknya sudah makin longgar. Para supir angkot juga sudah melepas masker, kala ada, mengenakannya asal-asalan, tidak sampai menutup mulut apalagi hidung.
Sementara angka penambahan kasus harian Covid-19 sejauh ini masih terkendali, sampai Sabtu (18/12) tercatat penambahan 232 kasus baru menjadi total 4.260.380 kasus, sementara angka kematian bertambah 12 orang menjadi 143.998 orang.
Angka-angka tersebut jauh menurun dibandingkan puncak pandemi pada 15 Juli lalu dengan 56.757 kasus dan 27 Juli dengan 2.069 kematian.
Mampu tidaknya, Indonesia lolos dari serangan gelombang ke-3 Covid-19 tercermin dari terjadi tidaknya lonjakan kasus pertambahan harian dan angka kematian akibat Covid-19 sekitar pertengahan Januari nanti.
Lojakan penyebaran Covid-19 juga bisa terjadi jika terdapat bias dalam surveillans yakni jika angka penyebaran ril atau sebenanya tidak terindentifikasi karena minimnya pemeriksaan.
Tetap patuhi prokes 3-M, lakukan 3 T (Testing, Tracing dan Treatment), segera perluas cakupan vaksinasi dan tutup pintu-pintu masuk varian Omicron.




