BANDUNG – Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan menghadirkan aplikasi pemesanan minyak goreng yang diprioritaskan untuk masyarakat yang paling membutuhkan.
Kang Emil, begitu sapaan akrabnya, mengatakan aplikasi pemesanan minyak goreng ini hanya tersedia saat krisis karena negara tidak berjualan dengan rakyatnya secara permanen.
“Sistem ini hanya di saat krisis ya karena negara tidak berjualan dengan rakyatnya secara permanen. Jadi pemesan di aplikasi ini akan berhenti kalau kondisi sudah normal,” katanya, dilansir CNNIndonesia, Jumat.
Adapun teknis pemesanan minyak goreng di aplikasi tidak bisa oleh pribadi melainkan dikoordinasi oleh RW dengan prioritas wilayah yang harga minyak gorengnya masih tinggi. Selain untuk meredam lonjakan permintaan, RW dinilai lebih mengetahui siapa saja warga yang paling membutuhkan minyak goreng.
Setelah dipesan oleh RW, minyak goreng curah akan langsung didistribusikan. Harga yang ditetapkan pun adalah harga normal.
“Nanti dikontrol oleh RW tidak boleh pribadi-pribadi karena RW yang tahu warga mana yang membutuhkan sehingga yang menengah atas ambil yang premium yang menengah bawah yang kita lindungi,” ujar Emil.
Mantan Wali Kota Bandung ini menuturkan aplikasi pemesanan minyak goreng tersebut sedang disiapkan oleh unit kerja Jabar Digital Service. Rencananya aplikasi ini akan diluncurkan minggu depan.
“Ini dalam rangka menolong masyarakat walaupun bukan kewenangannya dalam urusan minyak goreng tapi kami terus cari cara memudahkan urusannya. Jadi kita akan launching aplikasi pemesanan minyak goreng, aplikasinya dibikin oleh Jabar Digital Service,” tuturnya.
Emil mengatakan pihaknya menyediakan 1 juta liter minyak goreng untuk tahap pertama pemesanan via aplikasi. “Disesuaikan dengan ketersediaan stok, tapi 1 juta liter kami akan siapkan di tahap satu,” cetusnya.
Menurut Emil, cara tersebut sebagai wujud kehadiran negara hadir selain untuk memotong mata rantai yang membuat harga minyak goreng mahal.





