Awas! Serangan Baru Covid-19

Singapura melakukan antisipasi serangan varian baru virus Covid-19 BA4 da BA5 dengan menyiapkan tempat-tempat tidur di RS dan posko-posko kesehatan. Indonesia juga harus terus berjaga-jaga dan waspada. Covid-19 belum berlalu!

UPAYA  negara jiran, Singapura untuk mengantisipasi gelombang baru penyebaran Covid-19, diperkirakan sekitar Juli atau Agustus dengan menyiapkan posko-posko pengobatan perlu dicontoh.

Jika Singapura yang berpenduduk sekitar 5,85 juta dengan tingkat kemakmuran dan layanan kesehatannya jauh lebih prima melakukan antisipasi, RI dengan 273 juta penduduk dan ribuan pulau-pulau yang tersebar, selayaknya harus melakukan hal sama.

Menkes Singapura Ong Ye Kung kepada TV CNA (7/6) mengingatkan,  pihaknya sudah mendeteksi penyebaran varian Omicron BA4 dan BA5 walau masih sedikit (tiga kasus), diperkirakan akan melonjak Juli atau Agustus nanti sejalan dengan menurunnya imunitas penduduk pasca vaksinasi.

Menurut catatan, varian baru Omicron BA4 dan BA5 sudah menyebar dan mengakibatkan gelombang kelima pandemi Covid-19 di wilayah Afrika Selatan sejak dua pekan lalu.

Singapura juga sudah menutup kedatangan orang-orang dari Afsel, Botswana, Eswatini, Mozambik, Lesotho, Namibia dan  Zimbabwe serta menunda pembukaan jalur wisata dengan Qatar, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi yang semula dijadwalkan dibuka 6 Desember.

Ong sendiri yakin negaranya akan mampu melalui seragan baru Covid-19 mengingat warganya tetap mematuhi prokes terutama mengenakan masker, 92 persen sudah menerima vaksin lengkap (dua dosis) dan 76 persen sudah mendapatkan vaksin booster.

Selama pandemi Covid-19 yang menjangkiti Singapura sejak awal 2020, sekitar 1,3 juta dari 5,85 juta warganya terpapar dan 1.389 orang meninggal.

Varian Omicron pertama kali tertdeteksi di Singapura pada awal April 2022, sekitar sebulan setelah pemerintah memberikan izin bagi warga untuk melepas masker di ruang terbuka. Saat itu, 99 persen kasus Covid-19 berasal dari varian Omicron BA2.

Sementara di Indonesia, tren penyebaran Covid-19 yang terus menurun sejak pertengahan Mei 2022, sampai Rabu (8/6) juga relatif stabil, tercatat 520 kasus harian baru (total menjadi 6.058.180 kasus sejak awal pandemi, Maret 2020) dan yang meninggal empat orang (total 156.628 orang).

Dibandingkan saat puncak pandemi, dengan 64.718 kasus pada 16 Februari 2022 dan angka kematian tertinggi 2.069 orang pada 27 Juli 2021, tren korban Covid-19, baik yang terpapar mau pun yang meninggal sudah jauh turun jumlahnya.

Walau saat ini status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah diturunkan ke level I dengan berbagai pelonggaran dan pandemi sedang beranjak ke endemi, prokes dan kewaspadaan tidak boleh kendor.

Covid-19 belum berakhir, waspada dan waspada!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement