YOGYAKARTA – Rasa syukur karena lulus Ujian Negara (UN) mendorong siswa-siswi SMA 3 Padmanaba Yogyakarta untuk membagikan nasi bungkus ke warga sekitar.
Hal ini membuktikan kelulusan UN tidak harus disi dengan aksi berlebihan seperti coret-coret baju atau melakukan konvi di jalanan yang akhirnya membuat kemacetan.
Kegiatan sosial sebagai wujud rasa syukur karena lulus lebih penting dibanding euforia kelulusan yang berlebihan. Seperti yang dilakukan siswa-siswi SMA 3 Padmanaba ini. Kegiatan ini pun banyak disukai orang, terbukti setelah di unggah di media sosial Facebook, telah dibagikan 6000 kali dengan ribuan komentar. Juga banyak dikicaukan di twitter.
Dalam keterangannya pada Sabtu (7/5/2016), mereka mengatakan aksi ini dilakukan sebagai wujud syukur. “Rayakan kelulusan dengan bagi nasi bungkus ke masyarakat sekitar. Tanpa Konvoi & tanpa corat-coret.”
Diberitakan BBC, Senin (9/5/2016), Humas SMAN 3 Padmanaba Agus Santosa mengatakan tradisi ini muncul dari siswa-siswi delapan tahun lalu dan hingga kini rutin diteruskan oleh adik-adik kelasnya.
“Setelah pengumuman, mereka berkumpul di sekolah, sujud syukur dan menyebar untuk bagi-bagi nasi. Tempatnya di sekitar sekolah saja, agar mencegah konvoi,” katanya.
Komentar positif bermunculan, misalnya seperti diutarakan Ika Madurina Ganefiati, “Semoga wabah positif ini menular… Berbagi kebahagiaan tanpa meresahkan,” katanya.





