KAPUAS HULU – Sebanyak 16 desa di enam kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat terendam banjir.
Peristiwa banjir di Kapuas Hulu merupakan kejadian kedua selama Agustus 2022. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Jumat (26/8) malam, sebanyak 2.080 jiwa terdampak banjir.
Kepala BPBD Kapuas Hulu Gunawan mengatakan 16 desa yang terendam banjir tersebut, di Kecamatan Putussibau Selatan, banjir melanda Desa Desa Tanjung Lokang, Bungan, Kareho, Beringin Jaya, Kelurahan Kedamin Hilir, Suka Maju, dan Desa Ingko Tambe.
Di Kecamatan Bunut Hulu, banjir merendam Desa Temuyuk dan Desa Nanga Semangut. Di Kecamatan Boyan Tanjung, banjir merendam Desa Karya Maju. Sedangkan di Kecamatan Pengkadan terjadi di Desa Jajang, di Kecamatan Kalis merendam Desa Nanga Kalis dan Desa Nanga Raun serta Kecamatan Putussibau Utara, banjir merendam Kelurahan Hilir Kantor, Desa Sambus dan Kelurahan Putussibau Kota.
Gunawan menyampaikan pada Agustus ini curah hujan di Kapuas Hulu cukup tinggi yang disertai angin kencang dan petir. Banjir sudah dua kali terjadi dalam sebulan.
Kondisi tersebut mengakibatkan sungai Kapuas meluap dan sejumlah sungai di beberapa kecamatan juga meluap.
Hingga saat ini tercatat 364 unit rumah warga terendam dan 2.080 warga Kapuas Hulu terdampak banjir. “Kedalaman air bervariasi, terutama di dataran rendah berkisar 50 sentimeter hingga satu meter lebih, tetapi ada beberapa desa yang sudah berangsur surut,” ujarnya.
Menurutnya, tim gabungan BPBD Kapuas Hulu telah melakukan monitor serta membantu evakuasi warga yang terjebak banjir di perjalanan.
Dia mengimbau masyarakat untuk selalu siaga dan waspada terhadap bencana alam, mengingat saat ini kondisi cuaca tidak menentu dan cukup ekstrem.
“Saya juga minta pihak kecamatan dan desa selalu menyampaikan laporan perkembangan bencana dan kejadian di daerah masing-masing, untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya, terutama bila kondisi darurat,” pesan Gunawan, dilansir Antara.





