BANJAR – Jembatan gantung di atas Sungai Citanduy yang berada di Kota Banjar, Ciamis mengalami kerusakan parah dan membahayakan penyeberang. Tetapi banyak yang nekad melewatinya, karena jarak yang cukup jauh jika harus berputar melewati kota.
Jembatan ini menghubungkan Banjarkolot di Kecamatan Banjar dengan Karangpanimbal di Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Beberapa bantalan kayu yang menjadi lantai jembatan lepas hingga berlubang cukup lebar. Bahkan beberapa lepas dari besi pengikatnya.
Berdasarkan pantauan pewarta Pikiran Rakyat, Selasa (10/5/2016), kerusakan parah lebih banyak ditemukan di sisi sebelah Cipadung. Sekitar 10 meter dari ujung jembatan terdapat dua bantalan masing masing lebar 20 sentimeter kedua ujung kayu lapuk dan jatuh ke sungai.
Tidak jauh dari tempat itu, juga terdapat batang kayu kelapa atau gelugu yang dipasang warga untuk menambal kayu yang jatuh ke sungai. Lebih mengkhawatirkan lagi, hanya selang sekitar 7 meter, ada bagian bantalan kayu yang kosong sehingga terdapat lubang cukup lebar. Dari lubang itu terlihat aliran deras air Sungai Citanduy yang berwarna cokelat .
Dadan, siwa SMK 3 Kota Banjar, warga Kecamatan Cimaragas mengungkapkan kecemasannya ketika harus melewati jembatan, “Sebenarnya sih takut lewat jembatan, apalagi pas di titik yang bolong. Tapi nekat saja, dari pada memutar jauh lewat kota. Banyak juga teman yang takut, akan tetapi ya terpaksa lewat jembatan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, badan jembatan itu sebenarnya telah diperbaiki dalam dua tahun terakhir, namun sekarang sudah kembali rusak. Dadan mengaku semakin waswas saat melintas jembatan ketika Sungai Citanduy meluap. “Apalagi kalau malam, keadannya sangat gelap. Lampunya sudah lama mati,” katanya.
Sementara itu menurut Herli (25), warga Cipadung, yang rumahnya dekat dengan jembatan gantung itu menambahkan, warga sudah melaporkan lampu jembatan yang mati pada pihak Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjar. Namun, sampai saat ini belum ada upaya perbaikan hingga malam hari akan semakin gelap dan membahayakan para pelintas jembatan.
Menurutnya perbaikan pernah dilakukan dua tahun lalu, tetapi sekarang sudah rusak lagi. Secara terpisah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjar, Asep Setiadi, menyatakan hendak memertanyakan hal itu kepada Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjar, Harun Alrasyid. Sementara itu, Harun Alrasyid, melalui pesawat telefon genggamnya, tidak berhasil dihubungi.



