UNHCR Minta Kenya Tetap Tampung Pengungsi

Kamp Dadaab di Kenya / cdn.klimg.com

NAIROBI—Badan pengungsi PBB (UNHCR) meminta Kenya untuk tetap menampung pengungsi Sudah Selatan dan Somalia. Permintaan ini menyusul komentar salah satu pejabat Kenya yang ingin menutup akses bagi pengungsi.

Sekretaris Utama Kementerian Dalam Negeri Kenya, Karanja Kibicho mengatakan, akan menutup Kamp Dadaab dan Kakuma yang merupakan rumah bagi ratusan ribuan pengungsi Somalia.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan di Nairobi, UNHCR meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali keputusannya. “ Jangan sampai (pemerintah) mengambil tindakan yang mungkin bertentangan dengan kewajiban internasional terhadap orang-orang yang membutuhkan perlindungan dari bahaya dan penganiayaan,” demikian peryataan pers UNHCR yang disitat dari Xinhua, Rabu (11/5/2016).

Kamp pengungsi Dadaab adalah kamp terbesar di dunia. Kamp yang berada di timur laut Kenya ini sudah ada sejak 20 tahun lalu. Hampir 330 ribu pengungsi yang mendiami kawasan ini. Sedangkan Kamp Kakuma yang berlokasi di barat laut Kenya menampung sekira 150 ribu pengungsi. Sebagian besar pengungsi berasal dari Somalia, Sudan Selatan, dan Sudan.

Sebelumnya, Pemerintah Kenya telah membubarkan Departemen urusan Pengungsi sebagai langkah awal untuk menutup kamp.

Advertisement