JAKARTA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) saat ini gencar mengkampanyekan kepada masyarakat perencanaan kehidupan berkeluarga dengan baik dan menciptakan generasi berkualitas.
Perencanaan kehidupan yang lebih baik tersebut tertuang dalam program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Dalam menggaungkan program ini BKKBN mengajak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ikut serta.
“Kita mengharapkan IDI ikut menyampaikan pesan-pesan KKBPK,” kata Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty, seperti diberitakan Antara dalam acara pertemuan ilmiah tahunan IDI, di Jakarta, Minggu (15/5).
“Kita berharap, IDI dapat ikut serta menggaungkan program KKBPK. Bukan hanya program KB namun program kependudukan dan pembangunan keluarga, contohnya bagaimana menciptakan generasi berkualitas yang dimulai dari 1.000 pertama kehidupan bayi,” harapnya.
Pesan-pesan yang hendak disampaikan banyak dicontohkan Surya.
“Contohnya dalam program KB, yang terpenting adalah pemberian pelayanan kesehatan di sepanjang siklus usia reproduksi yakni dengan pendidikan dan konseling kesehatan reproduksi pada remaja dan calon pengantin,” katanya.
Ia menambahkan contoh lain, yakni pelayanan konseling dan pelayanan KB pada pasangan usia subur, dan pemberian promosi program KB pascapersalinan pada ibu hamil.
Atau mengenai pemberian pelayanan KB pascapersalinan pada ibu bersalin dan nifas dan juga pelayanan KB interval.
Surya menegaskan program keluarga berencana merupakan salah satu solusi alternatif untuk kemakmuran negara dan pembangunan yang berkesinambungan.





