Soal Huruf Braille Tak Dikirim, Guru Pengawas Bacakan Soal

Ilustrasi/ Foto: okezone.com

KARANG ANYAR – Siswa tunanetra di SDLB Karanganyar mengikuti Ujian Nasional (UN) dengan soal yang dibacakan guru pengawas, karena soal berhuruf braille untuk siswa tunanetra tidak dikirim.

Kepala SDLB Karanganyar Darya Sunaryo mengatakan, tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya soal menggunakan huruf braille untuk siswa berkebutuhan khusus itu selalu dikirim. Entah kenapa tahun ini tidak dikirim.

‘’Kami akan melaporkan ke Dinas Dikpora agar hari berikutnya soal huruf braille dikirim. Sebab siswa harus dua kali konsentrasi. Pertama mendengarkan bacaan soal, kedua mengerjakan. Tentu ini menambah kesulitan mereka,’’ katanya.

Darya mengeluhkan kesulitan akan semakin berat ketika nanti siswa mengerjakan soal matematika, tidak seperti hari ini yang hanya mengerjakan ujian Bahasa Indonesia.

Sebanyak 13.388 siswa dari 561 SD mengikuti ujian akhir sekolah. Selain itu ada 89 siswa dari lima kelompok belajar mengikuti ujian persamaan Paket A. Soal dikirim dari Pemprov Jateng sejak Minggu lalu. Di antaranya ada 29 siswa SD LB yang mengikuti ujian dan dua anak mengikuti ujian nasional dengan soal dari Jakarta.

Sementara itu, , Kepala Dinas Dikpora Sutarno mengatakan, pihaknya baru mendapatkan laporan soal tidak dikirimnya soal braille untuk siswa tunanetra, setelah ujian hampir selesai. Padahal setelah dicek, ternyata soal sudah dikirim dari Jakarta.

‘’Sebetulnya semua sudah disiapkan, namun karena banyaknya urusan UN sehingga bisa saja panitia sedikit keselip dan soal tidak terkirim. Kalau saja kepala sekolah berkoordinasi terus dengan panitia, sebetulnya hal itu tidak perlu terjadi.’’ ungkapnya.

Namun pihaknya sudah meminta panitia agar soal huruf braille bisa dikirim ke SDLB. Apalagi cuma satu siswa, sehingga diharapkan bisa diteliti ulang. Kepala Sekolah juga perlu mengecek, kalau nanti keselip lagi, bisa langsung ke Kantor Dinas mengambil soalnya.

Seperti diinfokan  Suara Merdeka, di SDLB ada 29 siswa  dari berbagai kategori. Ada seorang tunanetra, dua orang tunarungu, tunagrahita dan tunadaksa. Jumlah itu merupakan gabungan dari beberapa SDLB yang ada di Karanganyar.

Advertisement