JAKARTA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara gelar pelatihan AOC (Agent of Change) dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), (29/5).
Pelatihan diikuti sebanyak 25 Agent of Change (AoC) yang merupakan perwakilan dari 5 Puskesmas, Puskesmas Kelurahan Warakas, Puskesmas Kelurahan Papanggo, Puskesmas Kelurahan Kebon Bawang, Puskesmas Kelurahan Rorotan dan Puskesmas Kelurahan Cilincing dan dihadiri oleh Juperta Panji Utama, Kepala Divisi Filantropi Kesehatan Yayasan Rumah Sehat Terpadu (YRST), dr. Astrina Yulda, Senior Advisor Lansia Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa, dr. Yeni Purnamasari, MKM, General Manager Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa, dr. Wahyu Laksono Plt. (Pelaksana Tugas) Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara dan dr. Novita Anggun Permata Sari Perwakilan Puskesmas Kecamatan Cilincing.
Panji mengajak untuk memperluas wawasan tentang lanjut usia, pun menghimbau untuk mempersiapkan aktivitas para lansia untuk Indonesia yang sehat, dan berterima kasih kepada donatur yang telah membantu Dompet Dhuafa dan juga pemerintah.
“Mudah-mudahan adanya program seperti ini dan dukungan semua pihak kepada Dompet Dhuafa dan Divisi Kesehatannya, akan menjadi kekuatan bersama untuk kebaikan-kebaikan Indonesia. Jakarta Utara sangat berharap kepada ibu dan bapak agar cepat serta ringan tangan tidak sekedar kegiatan sekali ini saja. Mudah-mudahan adanya perubahan struktur Kementerian Kesehatan tidak merubah pemerintah dan tetap mendukung gerakan kesehatan lanjut usia ini,” tutur Panji.
Lewat pelatihan ini para AoC diberikan bekal untuk menjadi estafet perubahan dalam mendukung kesehatan dan skrining kesehatan bagi lansia, khususnya di Jakarta Timur.
Pembekalan materi untuk para AoC ini langsung diberikan oleh dr. Astrina yakni tentang seputar kesehatan lansia, healthy aging, penyakit tidak menular dan pencegahannya, serta senam cerdik Kemenkes.
“Menua itu ada 2, menua sehat dan tidak sehat, menua juga dipengaruhi oleh DNA dan lingkungan atau gaya hidup. Agar lansia sehat, mari kita cek kesehatan rutin, tidak merokok, berolahraga dan yang terpenting adalah bahagia,” jelas dr. Astrina, dikutip dari keterangan tertulis.
Sementara dr. Yeni Purnamasari memaparkan tentang gerakan kesehatan Dompet Dhuafa beserta dengan sejarahnya, yakni lansia tidak hanya membutuhkan skrining fisik tapi juga skrining psikologinya. “Harapannya ini dapat dilakukan di wilayah ibu-ibu juga,” ujar dr. Yeni.
Selain itu, dr. Novita menjelaskan tentang ICOPE (Integrated Care For Older People) yakni skrining skilas yang nantinya akan di praktikkan para kader AOC.
“Harapannya materi ini mempermudah ibu kader saat bertugas di lapangan, karena komponen-komponen skrining menjadi singkat dan padat tapi dapat mendeteksi berbagai kelainan seperti penurunan kognitif, mal-nutrisi, Sarcopenia,” tuturnya.
Para peserta yang mengikuti pelatihan ini mengaku mendapatkan banyak manfaat, “Kami mendapatkan materi tentang hal yang kami lakukan di posyandu lansia, dan belum pernah didapat sebelumnya. Materinya detail, jadi saya senang sekali mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini sangat berguna sekali untuk kami, membantu untuk pelaksanaan tugas di wilayah kami, terus terang lansia di daerah saya banyak, dan posyandunya jauh sehingga untuk pemerikasaan seperti gula, tensi darah dan lainnya ke kami, hanya saja mereka mengeluh karena tidak mendapat obat karena memang tujuan posyandu lansia hanyalah skrining bukan untuk pengobatan. Harapannya kegiatan ini lebih sering dilakukan agar menambah wawasan kami para kader, karena jikalau tidak latihan terkadang kami lupa,” ucap Yunita Ernawati (46th) AoC asal ancol Padamangan.





