Pertama Kali sejak Tujuh Tahun Terakhir Muslim Yaman Berangkat Haji Langsung dari Sanaa

Ilustrasi pesawat mendarat di Bandara Sanaa, Yaman/ Reuters

YAMAN – Sebanyak 270 umat muslim dari Yaman bisa melaksanakan ibadah haji tahun ini dan diberangkatkan dari Bandara di Sanaa setelah tujuh tahun terakhir vakum.

Ratusan calon jamaah hani tersebut meninggalkan ibu kota Sanaa yang dikuasai pemberontak menuju Arab Saudi pada Sabtu (17/6/2023).

Penerbangan oleh maskapai nasional Yaman, Yaman Airways, lepas landas dari bandara internasional Sanaa pada pukul 20.00 waktu setempat. Penerbangan itu, menurut kepala bandara Yaman Khalid al-Shayyef, menuju ke kota pesisir Saudi Jeddah.

Shayyef mengatakan, seperti dilansir AP, penerbangan itu adalah yang pertama dari lima penerbangan yang akan memindahkan jemaah haji tahun ini dari Sanaa ke Arab Saudi untuk berhaji.

Ibukota Yaman telah berada di bawah kendali Houthi yang didukung Iran sejak turun dari wilayah utara pada 2014. Serangan itu pun menyingkirkan pemerintah yang diakui secara internasional.

Pengambilalihan Houthi mendorong koalisi pimpinan Saudi untuk campur tangan mencoba memulihkan pemerintahan pada 2015. Koalisi menutup bandara Sanaa pada Agustus 2016, bagian dari blokade udara dan laut di daerah yang dikuasai Houthi di Yaman.

Penerbangan antara Sanaa dan Saudi adalah tanda lain untuk meredakan ketegangan antara Houthi dan negara kerjaan itu. Saudi saat ini berusaha mengakhiri keterlibatannya dalam konflik di Yaman.

Pejabat Saudi dan Houthi telah berulang kali bertemu untuk pembicaraan yang bertujuan untuk penyelesaian konflik dengan cara negosiasi.

Konflik Yaman dalam beberapa tahun terakhir berubah menjadi perang proksi antara Saudi dan Iran. Perang ini telah menghancurkan negara Arab termiskin dan menciptakan salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia. Lebih dari 150 ribu orang telah meninggal dunia.

Advertisement