Nelayan Menangis Sebelum Sidang Putusan Reklamasi Pulau G

Ilustrasi Aksi penolakan nelayan atas reklamasi Pulau G/ Foto: liputan6.com

JAKARTA – Seorang Ibu bernama Tati menangis sambil menyuarakan harapannya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur, sambil menunggu putusan hakim terkait izin reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta.

“Sebelum ada reklamasi itu, kami mensyukuri dari yang maha kuasa. Tapi, sekarang seperti apa, pak Presiden?” katanya sambil terisak, seperti diberitakan Republika.co.id.

Wanita berkerudung yang datang bersama anaknya beserta ratusan nelayan yang melakukan unjuk rasa tersebut mendatangi PTUN, Selasa (31/5/2016) sekitar pukul 10.00 WIB. Anaknya yang berada disebelah dia terus meminta makan ketika ibunya terisak meratapi nasibnya kelak.

“Dukung kita nelayan kecil. Usaha kita akan mati kalau reklamasi dilanjutkan. Bantulah kami pak!,” teriaknya lagi.

Tati mengaku sejak digulirkannya reklamasi Pulau G tersebut penghasilannya menurun drastis. Saat ini, kata dia, pemasukannya perhari di bawah Rp 50 ribu. Sementara, dulu bisa di atas Rp 200 ribu.

“Dulu bisa 200 ribu ke atas, sekarang cuma 50 ribu. Apalagi, sekarang menjelang Ramadhan, kalau puasa (kami) kering,” ujarnya.

Tak lama kemudian, ratusan nelayan menyusul dengan menaiki dua mobil pick up. Mereka datang sambil membawa keranda mayat dan sejumlah bendera. Sementara, aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di depan PTUN.

Seperti diketahui, hari ini PTUN Jakarta akan memutuskan gugatan pembatalan reklamasi pulau G di Teluk Jakarta. Pihak tergugat adalah Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Sedangkan yang menggugat adalah Gobang dkk serta Yayasan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia.

Advertisement