1,12 Juta Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Bogor

BOGOR – Pemkab Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor telah menyalurkan 1.120.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan. Jutaan liter air bersih tersebut disalurkan untuk 111.281 warga yang kesulitan air bersih di tengah musim kemarau ini.

“Pendistribusian air bersih sebanyak 1.120.000 liter dilakukan pada periode 2 Mei hingga 23 Agustus 2023. Jumlah kartu keluarga (KK) terdampak ada 33.390, dengan 111.281 jiwa,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Asep Sulaeman, Kamis (24/8/2023).

Asep menyebutkan, jumlah daerah yang terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih semakin meluas. Sehari sebelumnya pada 22 Agustus 2023 ada 19 kecamatan dan 64 desa yang terdampak kekeringan.

“Pada 23 Agustus 2023 jumlah kecamatan terdampak kekeringan atau krisis air bersih ada 22 kecamatan dengan 69 desa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asep memaparkan, berdasarkan data sebaran titik dampak kekeringan yang dimiliki BPBD Kabupaten Bogor, wilayah paling banyak terdampak kekeringan ialah wilayah barat Kabupaten Bogor. Di mana saat ini terdata ada sembilan kecamatan dengan total 32 desa terdampak.

“Yang terdampak adalah Kecamatan Tenjo, Jasinga, Sukajaya, Nanggung, Cibungbulang, Leuwisadeng, Ciampea, dan menyebar ke Kecamatan Pamijahan dan Rumpin,” katanya.

Di bawah wilayah barat, Asep melanjutkan, di wilayah timur Kabupaten Bogor ada tujuh kecamatan terdampak dengan total 25 desa terdampak. Tujuh kecamatan itu ialah Kecamatan Babakan Madang, Tanjungsari, Sukamakmur, Cariu, Jonggol, Citeureup, dan Sukaraja.

“Kecamatan paling banyak terdampak adalah Jonggol dengan total tujuh desa terdampak,” ujar Asep.

Sementara itu, kata dia, wilayah selatan Kabupaten Bogor ada empat kecamatan terdampak. Meskipun di titik 0 Sungai Ciliwung air tidak surut. “Empat kecamatan terdampak mulai dari Cisarua, Cijeruk, Cigombong, dan menyebar ke Megamendung. Total desa terdampak ada enam desa,” katanya.

Sedangkan di wilayah utara, Asep menyebut, ada dua kecamatan dengan enam desa terdampak. Yaitu di Kecamatan Ciseeng dan Rancabungur.

Kasi Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Hadi Rahmat, musim kemarau yang mengakibatkan kesulitan air bersih ini hampir merata di seluruh Jabar.

“15 Kabupaten/Kota terdampak kemarau, warga banyak yang kekurangan air bersih,” kata Hadi dalam keterangannya, Kamis (6/9/2023).

Advertisement