DPRD dan Polisi Jember Sidak, Temukan Timbunan Gula 300 Ton

Ilustrasi pabrik gula/ foto: tempo.co

JEMBER – DPRD dan Kepolisian Resor Jember melakukan Inspeksi mendadak (sidak) dan menemukan timbunan gula yang belum didistribukan di gudang Pabrik Gula Semboro, Selasa (31/5/2016).

Sidak yang dilakukan oleh wakil ketua DPRD Jember Ayub Junaidi dan Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Ajun Komisaris Bambang Wijaya ini juga berhasil menemukan tiga ratus ton gula hasil lelang di gudang tahun lalu.

“Nanti kami akan cek datanya di PT Perkebunan Nusantara XI itu milik siapa. Kami akan bekerjasama dengan aparat kepolisian,” kata Ayub, dikutip dari beritajatim.

Menurut Ayub, diduga da mafia yang mempermainkan harga sehingga harga gula di pasaran sangat tinggi. “Padahal hasil gula PG Semboro berlimpah. Sekali giling bisa 44 ribu ton,” katanya.

Dia mengungkapkan keheranannya ketika faktanya gula tidak segera didistribusikan. “Kenapa kok tidak segera didistribusikan?” katanya.

Ayub membandingkan, marjin antara harga lelang dengan harga gula di pasar sangat jauh. Harga gula lelang sekitar Rp 11 ribu, sementara harga gula di pasaran Rp 17 ribu per kilogram. “Jika harga gula sangat tinggi, inflasi juga tinggi. Penyumbangnya bisa gula ini,” katanya.
Inspeksi mendadak DPRD dan Kepolisian Resor Jember menemukan adanya timbunan gula yang belum didistribukan di gudang Pabrik Gula Semboro, Selasa (31/5/2016).

DPRD Jember diwakili Wakil Ketua Ayub Junaidi dan polres diwakili Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Ajun Komisaris Bambang Wijaya. Mereka ditemui General Manager PG Semboro Imam Cipto Suyitno.

Dari hasil sidak, Ayub dan Bambang menemukan masih adanya tiga ratus ton gula hasil lelang di gudang tahun lalu. “Nanti kami akan cek datanya di PT Perkebunan Nusantara XI itu milik siapa. Kami akan bekerjasama dengan aparat kepolisian,” kata Ayub.

Ayub mensinyalir adanya mafia yang mempermainkan harga sehingga harga gula di pasaran sangat tinggi. “Padahal hasil gula PG Semboro berlimpah. Sekali giling bisa 44 ribu ton,” katanya.

Ayub heran stok gula tidak segera diambil oleh pemenang lelang. “Kenapa kok tidak segera didistribusikan?” katanya.

Menurut Ayub, marjin antara harga lelang dengan harga gula di pasar sangat jauh. Harga gula lelang sekitar Rp 11 ribu, sementara harga gula di pasaran Rp 17 ribu per kilogram. “Jika harga gula sangat tinggi, inflasi juga tinggi. Penyumbangnya bisa gula ini,” katanya.

Sedangkan General Manager PG Semboro Imam Cipto Suyitno mengatakan, proses pengeluaran gula secara rutin. “Kalau kemarin masih banyak, kami bisa mengeluarkan 500-600 ton sehari. Hari ini saja 120 ton,” katanya.

Imam menambahkan, hari ini PG Semboro mulai memasuki masa giling. “Kami berharap sebelum kami giling, semua selesai. Gudang yang kemarin dipakai bisa dipaklai untuk yang akan datang,” kata Imam.

Advertisement