Air Galon Guna Ulang Sebabkan Kanker Prostat? Ini Penjelasan Dokter

Ilustrasi. (Foto: SHUTTERSTOCK/LIGHTFIELD STUDIOS)

JAKARTA – Munculnya informasi di media sosial yang mengklaim bahwa penggunaan ulang galon dapat menyebabkan kanker prostat menjadi topik perbincangan. Akun di platform X mengutip penelitian yang mengaitkan paparan BPA dengan risiko kanker prostat dan beberapa jenis kanker lainnya, termasuk kanker payudara dan ovarium.

Namun, apakah klaim ini benar?

Harus diingat bahwa penyebab kanker prostat belum diketahui secara pasti. Namun, yang telah teridentifikasi adalah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker prostat.

Dokter Spesialis Urologi dari RSUD Tugurejo Semarang, dr Muhammad Royanul Firdaus SpU, menjelaskan bahwa faktor risiko tersebut termasuk pola makan yang tinggi daging merah dan berkulit hitam. Namun, ini hanya merupakan faktor risiko, dan penyebab langsung kanker prostat masih belum terungkap.

“Itu hanya faktor risikonya saja, sedang  sampai sekarang untuk penyebab langsungnya belum diketahui,” kata Royanul, dilansir dari Antara, Senin (25/9/2023).

Penelitian di Amerika Serikat telah menunjukkan bahwa konsumsi tinggi daging merah dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Gejala kanker prostat bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga kesulitan buang air kecil.

Dr Royanul juga membantah klaim bahwa penggunaan ulang galon air bisa menyebabkan kanker prostat. Pengobatan kanker prostat akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kanker dan kondisi keseluruhan pasien.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat mencantumkan susah buang air kecil sebagai salah satu gejala kanker prostat.

Layanan National Health Services (NHS) di Inggris juga menyatakan bahwa kanker prostat cenderung berkembang perlahan, seringkali tanpa gejala yang jelas.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof DR dr Aru Wisaksono Sudoyo SpPD-KHOM FINASIM FACP, juga menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa bahan BPA dalam plastik polikarbonat dapat menyebabkan kanker.

Oleh karena itu, Aru menyarankan agar masyarakat tidak perlu panik dan khawatir mengonsumsi air minum dalam galon yang digunakan ulang. Yang lebih penting adalah menjaga asupan air putih yang cukup dan mengadopsi gaya hidup sehat sebagai salah satu langkah untuk mencegah kanker.

Advertisement