3 Bagian Tubuh yang Kerap Luput Dibersihkan saat Mandi

Ilustrasi. (Foto: istock)

JAKARTA – Mandi dengan cara yang tidak benar dapat menyebabkan Anda terkena infeksi kulit yang bisa berujung fatal. Dokter kulit Lindsey Zubritsky memposting video di media sosialnya, yang merinci tiga bagian tubuh mana saja yang mungkin luput dibersihkan saat mandi.

Ditulis laman New York Post, Selasa (10/10/2023) waktu setempat, berikut tiga bagian tubuh yang harus diperhatikan untuk dicuci lebih sering.

Titik nomor satu ada di belakang telinga. Jika Anda meletakkan jari Anda di belakang telinga dan mencium bau atau merasakan sesuatu, Anda harus lebih sering mencucinya.

Zubritsky memperingatkan bahwa ketombe, sebum, dan penumpukan di kepala lainnya sering kali terkumpul di belakang telinga.

Tempat kedua yang paling diabaikan adalah pusar. Jika diabaikan, pusar bisa berkembang menjadi omphalolith, yang juga dikenal sebagai batu pusar.

“Ini adalah area yang sangat umum untuk menampung keringat, debris dan kotoran,” kata Zubritsky.

Bahkan, jika Anda tidak cukup membersihkannya, Anda akan memiliki begitu banyak debu dan kotoran yang menumpuk sehingga bisa berkembang menjadi batu pusar seperti kerikil kotor.

Ketiga, kuku. Sering kali orang mengabaikan kebersihan kuku dan kurang mencuci bagian bawah kuku secara teratur.

“Dalam proses mandi, penting untuk benar-benar membersihkan bagian bawah kuku dengan menggunakan sikat untuk menghilangkan kotoran, serpihan, dan penumpukan lainnya,” jelasnya.

Zubritsky menjelaskan, mengabaikan perawatan ketiga area ini dapat mengakibatkan hadirnya bakteri Staphylococcus aureus (MRSA) yang memiliki resistensi terhadap methicillin, yang artinya bakteri ini tahan terhadap beberapa antibiotik.

Infeksi MRSA yang tidak diobati dapat menyebabkan sepsis, suatu respons tubuh yang ekstrem dan terkadang fatal terhadap infeksi, seperti yang dijelaskan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Gejala infeksi MRSA bisa termasuk pembengkakan, rasa panas, kemerahan, dan nyeri pada tubuh.

“Jika Anda terus-menerus mengalami infeksi bakteri pada kulit, ada risiko menjadi tempat kolonisasi MRSA di area tersebut,” kata Zubritsky.

Selain itu, dokter kulit lain menambahkan pentingnya mencuci kaki dan sela-sela jari kaki dengan baik untuk menjaga kebersihan secara keseluruhan.

Sumber: Antara

Advertisement