TASIKMALAYA – Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya mengatakan peredaran minuman keras (miras) di Kota Tasikmalaya tergolong cukup tinggi. Dalam empat hari saja polisi berhasil menyita sedikitnya 1.900 botol miras pada Operasi Penyakit Masyarakat.
Berarti, dengan tingginya peredaran miras mengindikasikan permintaan yang banyak juga. Begitulah dugaan Wakil Kepala Polresta Zaenal Abidin. Maka, menurutnya pihak Polresta Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya dan para ulama bersepakat untuk memberantas peredaran miras yang semakin merajalela di Tasikmalaya.
“Itu hasil operasi empat hari saja bisa mencapai 1.900 botol. Kami juga menyita sekitar 12.000 petasan, dan juga 30 keping cakram porno. Jumlah tersebut tergolong cukup tinggi untuk ukuran Kota Tasik,” tutur Zaenal Abidin, Kamis (2/6/2016), dikutip dari Pikiran Rakyat.
Jelang bulan suci Ramadan, diakuinya pihak kepolisian akan terus melakukan operasi pekat untuk menjamin suasana Kota Tasikmalaya yang kondusif. Bahkan pas bulan Ramadhan operasi ini akan digelar setiap hari selama bulan suci Ramadan.
Sementara itu ia mengimbau kepada organisasi masyarakat tertentu untuk tidak melakukan sweeping sembarangan dan menyerahkan kewajiban operasi tersebut kepada pihak kepolisian.
“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Kota Tasikmalaya yang aman, tertib, dan kondusif selama bulan Ramadan,” kata Zaenal.
“Ini jadi tanggung jawab kita semua. Tolong masyarakat juga lihat sekeliling, kalau ada Teman, tetangga, atau ponakan mengonsumsi miras, silakan tegur, atau laporkan,” harapnya meminta masyarakat berpartisipasi dalam pemberantasan miras di Tasikmalaya yang dijuluki Kota Santri itu.





