SURABAYA – Jelang musim kemarau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyiapkan langkah antisipasi agar tidak terjadi kekeringan di sejumlah daerah.
“Kami sedang menyusun rencana menghadapi musim kering sehingga tidak sampai terjadi bencana parah,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jatim Sudarmawan di Surabaya, Sabtu (4/6/2016).
Langkah yang diambil antara lain membuat embung geomembran dan sumur bor yang akan disusun bersama BPBD kabupaten/kota dan SKPD teknis atau yang terkait di lingkungan Pemprov Jatim.
BPBD mencatat, saat ini terdapat 300 desa di 22 kabupaten yang rawan kekeringan. Dibandingkan tahun lalu, angka ini sudah menurun.
“Kalau dibandingkan tahun lalu total sebanyak 541 desa mengalami kekeringan. Syukurlah dengan sejumlah langkah antisipasi, kekeringan bisa berkurang dan semoga semakin menurun,” katanya, dilansir dari Antara.
Menurut data yang diterima BPBD tahun ini musim kemarau akan berlangsung normal mulai Juli, dengan masa transisi pada Juni. Di Jatim, sejumlah daerah diperkirakan masih mengalami curah hujan tinggi yakni Lumajang dan Banyuwangi.
Sementara itu, ia mengatakan BPBD Jatim berharap agar Kota Surabaya, Kota Blitar dan Kota Mojokerto untuk segera membentuk BPBD. “Kami tak akan pernah bosan mengingatkan ketiganya untuk membentuk BPBD. Sebab jika dibiarkan maka antara provinsi dan daerah kesulitan berkoordinasi saat terjadi bencana,” katanya.





