Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Banten, Belum Ada Laporan Kerusakan

ilustrasi

LEBAK – Gempa dengan Magnitudo (M) 5,9 yang berpusat di Kabupaten Bayah, Banten, juga dirasakan oleh warga Kota dan Kabupaten Sukabumi pada Rabu (3/1/2024) sekitar pukul 07.53 WIB.

Sesuai data BMKG, gempa M5,9 tersebut berlokasi di 7,57 Lintang Selatan (LS) dan 106,14 Bujur Timur (BT) atau 72 km Barat Daya, Kabupaten Bayah, Banten, di kedalaman 74 km.

Belum ditemukan kerusakan rumah warga maupun infrastruktur dan fasilitas publik lainnya.

“Kami hingga kini belum menerima laporan adanya kerusakan pascagempa bumi itu,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak.

Gempa bumi dirasakan oleh 28 kecamatan di daerah itu. Febby mengatakan, gempa tersebut itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

“Kami melakukan monitoring dengan melibatkan relawan kecamatan, tetapi gempa yang juga getarannya dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Barat tidak mengakibatkan kerusakan rumah warga,” kata Febby.

Sementara itu, sejumlah warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengatakan gempa magnitudo 5,9 cukup besar dirasakan getaranya, namun hanya berlangsung beberapa detik saja.

“Kami sempat keluar rumah ketika terjadi getaran gempa bumi, namun tidak begitu lama,” kata Yayah (55), warga Pasir BPM Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jawa Barat, menyampaikan bahwa satu jam pascagempa, belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan
“Untuk sementara sampai saat ini belum ada informasi. Kami masih memonitor dari grup tanggap bencana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Novian Rahmat di Sukabumi.

Menurut Novian, satgas penanggulangan bencana dikerahkan untuk memantau langsung di lapangan serta mendata jika ada dampak kerusakan akibat gempa yang sempat membuat panik warga Kota Sukabumi dan sekitarnya.

Pihaknya juga meminta kepada warga jika rumah mereka terdampak gempa atau mengetahui adanya kerusakan segera melaporkan kepada petugas penanggulangan bencana terdekat. Bisa melalui pengurus RT/RW yang kemudian disampaikan ke kelurahan agar bisa ditangani dengan cepat.

“Warga tidak perlu panik tetapi harus tetap waspada antisipasi adanya gempa susulan, karena sejak awal tahun rentetan kejadian gempa bumi getarannya dirasakan hingga wilayah Sukabumi,” ucapnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here