Sudah Waktunya AS Akui Negara Palestina

Dompet Dhuafa Jatim menggelar Aksi Solidaritas untuk Palestina di depan gedung DPRD Malang, Jumat (20/10/2023) siang. (Foto: DD Jatim)

RAMALLAH – Juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh, menekankan pentingnya bagi Amerika Serikat mengakui Negara Palestina, bukan sebatas pembicaraan tentang solusi dua negara.

Pernyataan Abu Rudeineh ini merupakan tanggapan terhadap penolakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terhadap pembentukan negara Palestina.

“Pemerintah Israel tidak tertarik pada perdamaian dan stabilitas dan terus menolak mengakui kenyataan bahwa perdamaian mustahil tercapai tanpa pembentukan negara Palestina yang merdeka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967,” kata Abu melalui siaran persnya, Sabtu (20/1/2024).

Abu menegaskan bahwa resolusi Dewan Keamanan PBB, Majelis Umum PBB, dan konsensus internasional telah memberikan status negara pengamat kepada Palestina di PBB.

Bendera Palestina, kata dia, berkibar bersamaan dengan bendera negara-negara lain yang telah mengakui Palestina.

“Rakyat Palestina enggan mengompromikan hak-hak sah mereka, termasuk [hak mereka atas] Yerusalem dan sejumlah situs suci lainnya serta hak mereka atas pembentukan negara Palestina yang merdeka. Tak peduli berapa lama prosesnya,” kata Abu Rudeineh dilansir dari WAFA.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here