
GAZA – Jenazah 100 warga sipil Palestina yang tewas selama agresi pendudukan sejak 7 Oktober telah dikuburkan massal di Kota Rafah. Pasukan pendudukan sebelumnya mencuri ratusan jasad tersebut dari berbagai wilayah di Jalur Gaza.
Dilansir dari WAFA, beberapa jenazah di antaranya sudah membusuk. Mereka merupakan korban tak dikenal yang dicuri oleh tentara pendudukan dari rumah sakit dan pemakaman selama penyerbuan di berbagai wilayah di Jalur Gaza.
Jasad-jasad itu diserahkan melalui pos lintas perbatasan Kerem Shalom pada Selasa (30/1/2024), pagi. Beberapa sumber medis menyatakan bahwa pemeriksaan menunjukkan pasukan penjajah telah mencuri organ milik korban.
Pada November tahun lalu, pasukan pendudukan mencuri 110 jasad dari Rumah Sakit Al-Shifa dan pemakaman di depan UGD di rumah sakit yang sama.
Tindakan pencurian jasad warga sipil yang tewas di Jalur Gaza kembali memicu kecurigaan bahwa Israel mencuri organ dari jasad warga Palestina yang tewas.
Pada 2009, media Israel mengungkap bahwa negara itu memiliki bank kulit manusia terbesar di dunia. Meskipun penduduk Israel menolak mendonorkan organ tubuh mereka, direktur Bank Kulit Israel pada Maret 2014 mengakui cadangan kulit di bank tersebut.
Direktur Institut Kedokteran Forensik Israel, Yehuda Hess, melalui film dokumenter pada 2009 mengakui keterlibatannya dalam pencurian organ tubuh warga Palestina yang tewas.
Agresi Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober telah menewaskan 26.637 warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai sekitar 65.387 orang lainnya. Lebih dari 8.000 warga sipil masih hilang di bawah reruntuhan dan di jalanan.




