Andai aku bisa menguap, ingin rasanya menjadi oksigen yang kau hirup mengisi paru-parumu; menyertaimu kemana pun pergi, dalam suka dan duka.
Andai aku bisa memancar, ingin rasanya menjadi cahaya yang kau nyalakan di jiwamu; menerangi langkahmu membelah malam, hingga fajar menyingsing.
Andai aku bisa mendingin, ingin rasanya menjadi medan kondensasi hawa panasmu; yang bisa menetaskan tetes embun di hatimu; menyegarkanmu dari terik kehidupan.
Andai aku bisa mengawan, ingin rasanya engkau menjadi hembusan angin. Saat angin bertiup menghempas awan jadi tetes air, berkah hujan pun jatuh ke bumi, halau kemarau jadi musim bunga kebahagiaan.



