Ini Analisa Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Soal Pergerakan Tanah di Bandung Barat

Bandung Barat-Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan analisa atas bencana alam pergerakan tanah yang terjadi di Bandung Barat. Bencana alam pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cigombong, Kecamatan Rongga, Bandung Barat, Senin (19/2) yang mengakibatkan 192 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Data analisis yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kawasan Rongga memang termasuk zona menengah hingga tinggi potenis terjadinya pegerakan tanah. Pada zona ini berpotensi terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Hal itu sesuai dengan hasil temuan PVMBG saat awal terjadinya gerakan tanah pada Minggu (18/2). Gerakan tanah terjadi usai hujan dengan intensitas tinggi dan lama mengguyur kawasan tersebut.

“Jenis gerakan tanah diperkirakan berupa rayapan yang merupakan jenis gerakan tanah tipe lambat. Gerakan tanah ini dicirikan dengan ditemukannya retakan, nendatan dan amblasan pada permukaan tanah,” ucap Plt Kepala Badan Geologi M Wafid dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/3/2024).

Dampak dari pergerakan tanah ini, satu rumah rusak berat, enam rumah rusak ringan, 32 rumah terancam dan satu Fasilitas Umum yakni SDN Babakan Talang 1 dinding dan lantainya retak-retak hingga roboh serta halaman sekolah mengalami amblas ± 20 cm.

PVMBG menghimbau saat ini curah hujan yang masih tinggi, maka sebagai langkah antisipasi potensi longsoran susulan maka direkomendasikan warga yang bertempat tinggal di sekitar lokasi untuk tetap waspada apabila terjadi hujan yang berlangsung lama karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

PVMBG juga meminta masyarakat disekitar lokasi bencana atau bahaya sebaiknya diungsikan dulu ke tempat yang lebih aman. Warga, aparat maupun tim yang bertugas untuk evakuasi harus mengantisipasi potensi longsoran susulan dan aliran bahan rombakan mengingat daerah tersebut masih rawan longsor serta material longsoran di kaki gunung masih banyak terutama jika turuh hujan.

Selain itu himbauan lainnya yakni agar warga tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kestabilan lereng, seperti pemotongan lereng, tidak mencetak kolam baru di area longsoran untuk mengurangi penjenuhan lereng dan tidak melakukan penebangan pohon-pohon besar dengan sembarangan.

Masyarakat diminta untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan selalu mengikuti arahan dari aparat pemerintah setempat dan BPBD.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here