JAKARTA – Kasus obesitas pada anak menjadi satu masalah yang dapat menyebabkan gangguan penyakit pada anak, padahal obesitas sendiri bisa diatasi sedari ibu mengandung si buah hati.
Praktisi kesehatan masyarakat sekaligus staf di bidang Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Ngabila Salama menyebut pencegahan obesitas, dapat dilakukan dengan memastikan ibu hamil menerima nutrisi yang baik sebelum dan selama periode kehamilan.
Menurutnya, calon ibu hamil harus menjaga asupan nutrisi yang baik sesuai ‘isi piringku’ serta mencegah malnutrisi baik kekurangan atau kelebihan gizi termasuk obesitas.
Adapun konsep ‘isi piringku’ berarti setengah porsi sayur dan buah, setengah porsi karbohidrat, dan lauk tinggi protein hewani, rendah gula, garam, dan lemak.
Lebih lanjut, pencegahan dapat dilakukan melalui deteksi dini dengan mengukur indeks massa tubuh (IMT) bayi secara berkala dan mandiri minimal setiap enam bulan.
“Rumusnya itu berat badan dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan dalam meter dikuadratkan atau BB/(TBxTB),” ungkap Ngabila.
Untuk kategori Asia dan Indonesia, tergolong obesitas jika IMT > 25, gizi berlebih jika IMT 23–24,9, normal jika IMT 18,5–22,9 dan gizi kurang jika IMT < 18,5.
Lebih lanjut, Ngabila juga menganjurkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup ‘CERDIK’. Pertama ‘cek’ kesehatan rutin, terus ‘enyahkan’ asap rokok, ‘rajin’ olahraga dengan pemanasan per dua jam selama 5-10 menit dengan gerakan sederhana seperti pemanasan senam,” kata Ngabila.
Kemudian, lanjut dia, ‘diet’ seimbang dengan konsep ‘isi piringku’ dari Kementerian Kesehatan RI perlu diterapkan sehari-hari.etengah piring adalah sayur dan buah, makin berwarna warni akan lebih bagus. Setengah piring lainnya adalah karbohidrat seperti nasi, lauk, pauk kaya protein hewani. Bisa juga nabati dan lemak tentunya dengan komposisi seimbang.
Kemudian ‘istirahat’ cukup minimal tujuh jam (setiap 24 jam), jika begadang maka tidur di siang hari,” katanya. Selanjutnya ‘kelola’ stres dengan berbagi tugas dengan kerja tim yang baik dan saling toleransi empati.





