Kiat Aman Berolahraga saat Puasa Ramadan

Ilustrasi lari. (Foto: chicagospringhalf.com)

JAKARTA – Olahraga secara teratur dapat menjaga tubuh kita tetap sehat dan bugar selama menjalani puasa Ramadan. Namun, waktu pelaksanaan, jenis olahraga, dan dosisnya perlu disesuaikan dengan kondisi puasa.

Secara umum, durasi puasa berlangsung sekitar 13 jam mulai dari Matahari terbit hingga terbenam. Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman sepanjang hari.

Tanpa asupan makanan dan minuman, tubuh akan merasa kekurangan energi untuk melakukan aktivitas, termasuk berolahraga. Lantas, bagaimanakah cara dan waktu yang tepat untuk berolahraga saat berpuasa?

Dr. Ngabila Salama, MKM, praktisi Kesehatan Masyarakat, membagikan panduan aman dan sehat berolahraga selama berpuasa di bulan Ramadan.

Ngabila menyarankan untuk tetap aktif fisik dengan berolahraga ringan, hindari berkeringat berlebih. Lakukan aktivitas sekitar 20-30 menit di dalam ruangan.

“Olahraga sebaiknya tidak yang terlalu berkeringat. Yang penting kita berkeringat tipis-tipis aja, jangan sampai baju olahraga kita penuh keringat sampai basah begitu,” kata Ngabila dalam webinar “Tips Puasa ala CERDIK” oleh Kementerian Kesehatan.

Ngabila menjelaskan, seseorang yang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan selama satu bulan penuh akan mengalami perubahan metabolisme dalam tubuhnya lantaran waktu makan, minum, hingga istirahat yang berubah.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar menjaga aktivitas fisik secara terkontrol sehingga ibadah puasa tidak terganggu.

Waktu terbaik untuk beraktivitas fisik secara ringan dimulai sejak sebelum Matahari terbit hingga menjelang tengah hari untuk menghindari dehidrasi.

“Olahraga ringan saja untuk menghindari dehidrasi karena keluar keringat terlalu berlebihan. Yang penting kita dapat efek hormon endorfin itu, efek menyenangkan dari berolahraga,” ujarnya.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu menyarankan seseorang yang hendak memulai berolahraga sebaiknya melakukannya setelah berbuka puasa.

Karena, lanjut Ngabila, energi telah terisi kembali melalui asupan makanan dan minuman saat berbuka, sehingga relatif aman untuk melakukan olahraga pada tingkat sedang.

Beberapa jenis aktivitas fisik yang direkomendasikan selama berpuasa melibatkan berjalan cepat atau menggunakan sepeda statis dalam ruangan dengan intensitas sedang.

Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari Jakarta itu juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksa diri berolahraga berat, terutama bagi mereka yang tetap bekerja selama menjalani puasa.

“Aktivitas fisik juga tidak selalu berolahraga, yang penting itu bergerak. Bisa seperti peregangan (stretching) di sela-sela pekerjaan atau berjalan kaki sekitar 6000 langkah hingga 8000 langkah,” katanya dilansir dari Antara.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here