Cara Ampuh Latih Anak Berpuasa sejak Dini

Ilustrasi. (Foto: iStock)

JAKARTA – Berpuasa selama Ramadan tidak diwajibkan bagi anak-anak sampai mereka mencapai usia dewasa. Namun, para ibu dapat mengajarkan anak-anak untuk terbiasa berpuasa sejak dini sebagai upaya melatih kemandirian mereka.

Biasanya, anak-anak mulai memahami konsep berpuasa sekitar 3–5 tahun. Pada periode ini, para ibu dapat membiasakan mereka berpuasa sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., memberikan beberapa langkah yang dapat diambil untuk melatih anak-anak dalam memulai berpuasa.

Salah satunya adalah memberikan pemahaman kepada anak mengenai makna puasa melalui diskusi, bukan dengan menasehati atau mendoktrin.

“Cara mempersiapkan anak berpuasa adalah dengan mendiskusikan terlebih dahulu dengan anak kita mengapa puasa itu harus dilakukan. Pemahaman pada anak akan terjadi bukan dengan menasehati atau mendoktrin,” kata Novi, dilansir dari Antara.

Menurut Novi, anak-anak perlu diberi pemahaman tentang makna puasa, keutamaan, dan manfaatnya, termasuk manfaat kesehatan dan pengendalian diri.

Selain itu, anak-anak perlu disadarkan bahwa berpuasa dalam bulan Ramadan juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain, seperti melakukan kebaikan sederhana dan bersedekah.

Orang tua juga disarankan untuk membuka dialog dengan anak-anak mereka untuk membahas kesepakatan apakah mereka ingin mencoba berpuasa bersama-sama. Kesepakatan ini mencakup waktu berpuasa, apakah penuh hari, setengah hari, atau lainnya.

“Ketika kesepakatan sudah terjalin, buat semacam perayaan sederhana dalam menyambut Ramadan agar anak-anak merasa bahwa momentum ini adalah momentum yang menantang untuk dicoba,” ujarnya.

Novi menyarankan orang tua untuk meminta pendapat atau kesan anak setelah mereka mencoba berpuasa.

Menurut dia, anak-anak yang baru mulai belajar berpuasa diberikan ruang untuk merefleksikan pengalaman mereka, misalnya dengan menanyakan kapan waktu terberat bagi mereka, bagaimana mereka bisa melalui, apa yang mereka rasakan, lalu apakah ada hal luar biasa yang terjadi pada mereka.

“Dari situ mereka akan merasa bahwa berpuasa memberi makna bukan hanya pada dirinya juga orang lain,” katanya.

Selain itu, orang tua disarankan untuk melatih anak-anak berpuasa secara bertahap sesuai dengan kemampuan mereka agar kesehatan tetap terjaga.

“Sebenarnya, kan, ada kaidah agamanya bahwa yang berpuasa penuh adalah yang akil balig. Bagi anak-anak sifatnya belum wajib karena sedang belajar, apalagi kondisi kesehatannya sangat membutuhkan asupan air dan lain-lain,” pungkasnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here