Puasa Ramadan Baik untuk Kesehatan Mental, Lebih Sabar dan Berempati

Ilustrasi. (Foto: myislamguide.org)

JAKARTA – Ramadan merupakan tamu agung yang datang setahun sekali. Saat Ramadan, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa.

Tidak hanya meningkatkan daya tahan tubuh, puasa juga bermanfaat bagi kesehatan mental. Berikut di antaranya:

  • Tidak Tergesa-gesa ketika Bertindak 

Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa bukan hanya meninggalkan makan dan minum, tetapi juga perbuatan yang membatalkan dan merusak.

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ، إِنمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ. فَإِنْ سَابَكَ أَحَدٌ أَوْ جَهْلِ عَلَيْكَ فَقُل: إِنِّى صَائِمٌ إِنِّى صَائِمٌ

“Puasa itu bukan hanya meninggalkan makan dan minum. Akan tetapi, puasa itu meninggalkan hal-hal yang keji. Jika kamu dicaci atau dibodo-bodohi orang lain, maka katakanlah, ‘aku sedang puasa, aku sedang puasa.” (HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hiban dan Hakim)

Ramadan menjadi ajang untuk melatih diri untuk berhati-hati atas konsekuensi perbuatan yang merugikan diri sendiri serta orang lain. Puasa sejatinya mengajarkan umat Islam untuk menjalani hidup santai (slow living) dan berkualitas dengan cara menghargai proses.

  • Meningkatkan Kesabaran

Ramadan kesempatan untuk melatih kesabaran ketika melihat atau mendengar yang menyulut hati untuk marah hingga berkata atau berbuat kasar. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 153:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Tahan amarahmu karena itu tidak menguntungkanmu. Jadikan sabar dan salat sebagai media untuk memohon pertolongan kepada Allah ketika hati sedang tidak karuan.

Ingatlah bahwa Allah tidak akan meninggalkanmu, sesulit apapun keadaan, jika kamu senantiasa bersabar dan memohon ampun kepada Yang Mahakuasa.

  • Berbagi untuk Saling Mengasihi dan Membantu

Manfaat puasa Ramadan menbuat kita senantiasa belajar untuk berempati dan tidak menyepelekan penderitaan orang lain. Rangkul saudaramu supaya mereka dapat merasakan Ramadan tanpa kelaparan.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 2 untuk saling tolong-menolong:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.”

Tolong-menolonglah dalam kebaikan dan ketakwaan dengan sedekah. Salah satu manfaat berbagi dapat menyebabkan pelepasan oksitosin, hormon yang meningkatkan perasaan sejahtera.

  • Berusaha Jadi Pribadi yang Lebih Baik

Secara tidak sadar kita memiliki keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik saat Ramadan. Lebih seru kalau Anda mengajak keluarga atau orang terdekat untuk sama-sama bertransformasi ke arah yang lebih baik.

Ibarat ulat menjadi kupu-kupu, kepompong merupakan masa transisi menjadi pribadi yang terhormat dan kuat. Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 139:

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman.”

  • Meningkatkan Kualitas Tidur 

Puasa Ramadan juga meningkatkan kualitas tidur karena tidak begadang demi bangun sahur tepat waktu. Selain itu, kamu tidak tiba-tiba terbangun tengah malam karena tubuh menyesuaikan waktu untuk bangun sahur. Kualitas tidur malam yang baik akan menimbulkan susana hati yang lebih baik pula.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here