Sapta Nurhidyat: Anak Pintar Terhalang Kartu Pintar

Sapta Nurhidayat, Siswa Pintar dari Bantul. Foto: KRjogja

BANTUL – Sapta Nurhidayat (15 tahun), lulusan SMP 2 Bantul, kini menanti nasib. Ia berniat melanjutkan sekolah di salah satu SMA favorit di Bantul, namun ia terhalang persyaratan beasiswa.

Niatnya tidaklah muluk-muluk, karena ia pantas mendapatkannya. Lihat aja nilai akhirnya, IP 369,5  dan nilai 100 untuk UN Matematika tingkat SMP.  Ia sempat kesulitan saat hendak mendaftarkan diri di SMA N 1 Bantul melalui jalur beasiswa.

Ayahnya hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu. Ia  tak bisa memenuhi persyaratan untuk masuk ke SMA Bantul lantaran tak pernah mengantongi Kartu Jaminan Sosial (KJS) ataupun Kartu Indonesia Pintar yang diinisiasi Presiden Joko Widodo sebagai landasan orang miskin diberi kesempatan belajar.

“Kemarin sempat kesulitan mendaftar karena satu syarat harus punya kartu sosial (KJS) untuk dinyatakan sebagai siswa tidak mampu. Saya sempat berusaha mencari, ke Dinas Pendidikan dan kecamatan juga tapi memang belum ada keputusannya bagaimana, hanya diberikan surat tidak mampu,” ungkap sang ayah, Marsono (45 tahun) saat ditemui di rumah sederhanannya kawasan Melikan Lor Bantul, Rabu (15/6/2016).

Ayah bingung, karena selama ini putera pertamanya tak pernah mendapatkan kartu pintar, ternyata kartu itu bisa menentukan langkah menempuh pendidikan ke jenjang selanjutnya.

“Dari SMP tak pernah dapat, katanya dari pusat datanya nggak ada,” imbuhnya.

Saat ini ayah dan anak tersebut masih berharap-harap cemas menunggu pengumuman penerimaan siswa jalur beasiswa pada Jumat (17/6/2016) mendatang.

“Kalau secara nilai saya yakin anak bisa masuk, hanya saja persyaratan lain yang kami belum punya, semoga ada kebijakan lain yang bisa membantu,” harap Marsono.

Sementara itu Sapta yang terlihat pendiam sangat mengidamkan bisa meneruskan sekolah di SMA 1 Bantul yang juga menjadi cita-cita sejak awal.

“Kalau bisa memang diterima di SMA N 1 Bantul, saya ingin sekolah di sana agar nantinya bisa jadi memperbaiki perekonomian keluarga,” ungkap siswa ini seperti dikutip KBK dari KRJogja.

Advertisement