PADANG (KBK) – Hujan dengan curah tinggi ditambah dengan naiknya air laut pasang (Rob) yang mendorong kembali air sungai ke daratan, membuat sungai di Padang tidak bisa membuang air ke laut, ditenggarai menjadi pemicu banjir di Kota Padang.
Seperti disampaikan Emzalmi, Wakil Walikota Padang kepada perantau Padang melalui pesan singkat, Jumat (17/6/2016).
Program Penanggulangan Banjir di Kota Padang sudah dimulai sejak tahun 1990-an dengan melakukan normalisasi 5 sungai besar melalui bantuan Jepang, Dana Jica yang dijalankan oleh Kementerian PU.
Namun, kata Emzalmi, sungai yang baru selesai dinormalisasi baru 4 sungai. Satu sungai lagi Sungai Batang Kandis di Lubuk Buaya masih terkendala pembebasan tanah.
“Insya Allah Pemko Padang, Balai Sungai Wil. V Sumatra & Pemprop akan menuntaskanya dalam tahun ini,” ungkapnya.
Dikatakan Emzalmi, upaya jangka pendek yang dilakukan Pemko adalah merehabilitasi saluran-saluran sekunder pada titik-titik genangan secara parsial dan melakukan pembersihan sedimennya.
Meski diakui Emzalmi, langkah ini belum menyelesaikan masalah. Oleh karena itu perlu penanganan yang konprehensif sesuai dengan Master Plan Drainase Kota Padang.





