YOGYAKARTA – Menjelang perayaan Iduladha 1445 Hijriah, Wakil Ketua Halal Center Universitas Gadjah Mada (UGM), Nanung Danar Dono, membagikan kiat menyimpan dan mengolah daging kurban.
Nanung mengingatkan masyarakat untuk segera memasak atau menyimpan daging hewan kurban untuk mencegah pertumbuhan mikroba.
Nanung menyatakan bahwa daging kurban harus segera dimasak atau disimpan agar mikroba tidak berkembang di dalamnya. Semakin lama daging kurban dibiarkan, semakin banyak mikroba yang hidup dan berkembang di dalamnya.
“Ketika menyimpan daging kurban, kualitasnya harus tetap dijaga dengan cara segera cuci dengan air bersih apabila kotor dan segera dimasak,” kata Nanung dalam keterangannya di Yogyakarta, Kamis (9/5/2024).
Jika daging masih bersih, tidak perlu dicuci dan bisa langsung disimpan. Dia juga menyarankan untuk memotong daging kurban kecil-kecil terlebih dahulu sebelum dimasukkan dalam plastik bening berukuran 1 kilogram.
“Jangan langsung memasukkan daging dalam freezer. Biarkan transit dulu dalam kulkas 12-24 jam terlebih dulu,” ujar dosen Fakultas Peternakan UGM ini.
Dia juga menjelaskan tentang teknik thawing yang merupakan proses mengembalikan keempukan daging yang telah beku. Masyarakat diminta untuk tidak memasak daging beku yang baru keluar dari freezer.
“Biarkan daging tetap utuh di dalam plastik pembungkusnya. Letakkan daging di bawah air kran (pada suhu normal),” ujarnya.
Setelah daging kembali empuk, plastik pembungkusnya harus dibuka, daging dicuci bersih, dan dibilas beberapa kali.
Nanung juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih hewan kurban, memilih yang sehat dan tidak membeli hewan kurban yang dipelihara di tempat pembuangan sampah, serta waspada terhadap limbah logam berat.





