Presiden Palestina : Israel yang Memulai, Kami Membela Diri

RAMALLAH (KBK) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas tidak menginginkan adanya eskalasi militer dengan Israel, ia meminta Israel untuk menghentikan kekerasan.

“Kami tidak memulai atau memancing kekerasan dan tanggungjawab Israel untuk menghentikan kekerasan kepada rakyat Palestina. Kami ingin mencapai solusi politik dengan cara damai, dan tidak ada cara lain,” kata Abbas ketika memimpin Rapat Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Selasa (6/10/2015) di Ramallah.

“Kami tidak ingin eskalasi, tapi kami ingin melindungi diri kami sendiri,” Abbas memperingatkan konsekuensi akan berbahaya jika eskalasi terus dilakukan oleh Israel dan Pemukimnya.

Dia menuduh pemerintah Israel telah memancing ketegangan dengan meluncurkan serangan yang intens pada rakyat Palestina di mana-mana.

“Israel tidak saja menyerang tetapi juga membunuh warga Palestina,” tambah Abbas.

Abbas mengatakan bahwa, pemerintah Israel dengan kebijakan meningkatkan isolasi terhadap warga Palestina merupakan pelanggaran berat. Ia  mengacu pada resolusi terbaru di Majelis Umum PBB setelah mengibarkan bendera Palestina di markas PBB, yang disahkan oleh mayoritas orang.

“Kami memberitahu Israel untuk menghentikan pemukiman (bangunan) dan melepaskan 30 tahanan Palestina. Sesuai dengan kesepakatan yang dimediasi Sekretaris Jenderal Senat Amerika Serikat, John Kerry. Jika Israel melaksanakan itu, kami siap untuk kembali ke perundingan,” kata Abbas.

Abbas menambahkan bahwa Palestina tidak bisa menjadi satu-satunya yang mematuhi kesepakatan yang telah ditandatangani. “Jika Israel tidak ingin perjanjian ini, maka kita tidak ingin menerapkan mereka.”

Ketegangan berkobar antara Palestina dan Israel pada pertengahan September ketika Palestina memprotes keras yang memungkinkan kelompok-kelompok Yahudi memasuki kompleks Al-Aqsa di Yerusalem Timur selama liburan Yahudi.

Eskalasi diperluas ke daerah lain setelah beberapa Israel tewas dalam penembakan dekat kota Tepi Barat, sebelah Utara Nablus, dan dua lainnya ditikam di Yerusalem Timur dalam beberapa hari terakhir.

Sebagai balasannya, seperti diberitakan Xinhua, Rabu (7/10/2015),  tentara Israel menewaskan empat warga Palestina, mengatakan bahwa dua dari mereka dituduh melakukan dua serangan menusuk terpisah. Sisanya termasuk seorang anak 13 tahun, tewas dalam bentrokan di Tepi Barat, lebih dari 500 orang Palestina luka-luka.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here