Netanyahu Berusaha Redam Kemarahan Pejuang Palestina

YERUSALEM (KBK) – Netanyahu pada Selasa (6/10/2015) memanggil tokoh masyarakat pemukim garis keras untuk bertindak secara bertanggung jawab dan menahan diri untuk menurunkan gejolak permusuhan dari Pejuang Palestina.

Sehari sebelumnya, ribuan orang kelompok sayap kanan Israel, termasuk menteri pemerintah Netanyahu, melakukan protes di luar kediaman perdana menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem.

Mereka menyerukan agar Netanyahu merespon lebih keras gelombang serangan militan dan kebangkitan kekerasan di Tepi Barat dan Jerusalem Timur.

Protes terjadi setelah rapat kabinet keamanan, di mana menteri Israel memutuskan untuk mempercepat pembongkaran rumah milik pejuang Palestina. Langkah tersebut dinilai warga Israel sebagai langkah kontroversial yang dinilai tidak efektif.

Selasa pagi, Pemerintah Israel menghancurkan rumah dari dua pejuang Palestina yang melakukan serangan mematikan terhadap Israel pada akhir 2014.

Media Israel berbahasa Inggris, Harian Haaretz melaporkan, Selasa (6/10/2015) bahwa perwira senior Angkatan Pertahanan Israel akan bertemu dengan rekan-rekan mereka dari aparat keamanan Palestina di Tepi Barat pada Selasa malam, dalam upaya untuk bersama-sama mengurangi ketegangan di wilayah menyusul serangan teror baru-baru ini.

Empat warga Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel, dua dari mereka pelaku serangan di Yerusalem ditembak mati di tempat dan dua lainnya tewas dalam konfrontasi dengan pasukan keamanan Israel di Tepi Barat.

Pelayanan medis Palestina melaporkan bahwa hampir 700 warga Palestina terluka dalam tiga hari terakhir dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel dan Pemukim Yahudi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here