JAKARTA – Kualitas udara di DKI Jakarta kembali menjadi terburuk pertama di dunia pada Jumat (31/5) berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir, pada pukul 06.04 WIB.
Dalam situs pemantau tersebut indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 183, dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 di angka konsentrasi polutan 101 mikrogram per meter kubik.
Konsentrasi tersebut setara 20,2 kali dari nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Adapun kota dengan kualitas udara terburuk lainnya disusul Kinshasa, Kongo dengan indeks kualitas udara di angka 179, kemudian Dubai, Uni Emirat Arab di angka 162.
Sejumlah wilayah di Jakarta yang tercatat memiliki kualitas udara dengan kategori tidak sehat, yakni Cilandak Barat, Jeruk Purut dan Kuningan.





