Rusia gelar latihan nuklir taktis

Menyongsong Konferensi Perdamaian Ukraina di Swiss. 15 & 16 Juni, Rusia gelar latihan militer taktis dengan Belarusia dan Kuba.

ALIH-alih mengirimkan wakilnya dalam Konferensi Perdamaian Ukraina yang akan digelar di Burgenstock, Lucerne, Swiss 15 dan 16 Juni, Rusia malah menggelar latihan penggunaan senjata nuklir taktis dengan tetangganya, Belarusia dan juga di Laut Karibia, Kuba.

Sekitar 100 negara diharapkan hadir dalam konferensi Int’l yang digagas oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy  dan Menlu Swiss Ignazio Cassis, sementara Rusia dan China dipastikan tidak akan mengirim wakilnya.

Menlu Rusia Sergei Lavrov dengan nada sumbang mengingatkan, setiap upaya untuk mengakhiri perang di Ukraina hanya akan berhasil jika kepentingan Rusia dibicarakan.

“Pertemuan di Swiss hanyalah tipu daya Barat untuk meraih dukungan lebih besar untuk rezim Ukraina, “ ujarnya.

Sementara kurang sepekan dari hari “H”pertemuan itu, Rusia menggelar kekuatan nuklirnya denga negara tetangganya, Belarusia dan juga Kuba yang berjarak sekitar 10.000 Km dari Rusia.

Rusia mengirimkan armada lautnya ke Kuba berupa dua fregat yakni  Admirral Gorshkov dan Kazan yang dilengkapi rudal hypersonic Zirkon berjarak jangkau 1.000 Km dikawal dua kapal pendukung dan kapal selam untuk melakukan simulasi tempur di Laut Karibia.

Dengan negara tetangganya, Belarusia, Rusia menggelar latiha penggunaan kekuatan nuklir taktis sebagai respons penempatan arsenal nuklir AS di negara-negara anggota NATO tetangga Rusia.

Menurut catatan, daya rusak nuklir taktis lebih rendah dibandingkan nuklir strategis yang diangkut oleh rudal strategis antarbenua. Rusia juga sudah memindahkan sebagian kekuatan nuklir taktisntya ke Belarusia untuk berjaga-jaga dari kemungkinan serangan NATO.

Jubir Kremlin Dmitry Peshkov menilai, Latihan yang digelar kali ini penting untuk merespons aksi permusuhan dan provokasi yang dilakukan AS dan sekutu-sekutunya.

Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri mengingatkan lawan-lawan agar tidak meremehkan dan menganggap negerinya kecut untuk menggunakan kekuatan nuklir taktis yang kekuatannya dua kali lipat dari bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima dan Nagasaki dalam PD II.

Menurut catatan, berdasarkan kesepakatan pembatasan kepemilikan senjata nuklir, AS saat ini memiliki 5.224 hulu ledak nuklir dibandingkan Rusia yang lebih banyak (5.889) atau menguasai 89 persen kekuatan nuklir global.

Negara lain yang juga masuk klub pemilik senjata nuklir yakni Perancis, China, Inggeris, Israel, Pakistan India dan Korea Utara, sementara Jerman walau pun tidak memilikinya, namun ketempatan nuklir milik AS.

Kepemilikan nuklir yang merupakan senjata pemusnah massal diharapan justeru menghindari perang karena kedua pihak yang berseteru tentu menyadari kerusakan tak hanya bagi lawan tetapi juga pihaknya. (AP/AFP/Reuters)

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here