
TERNATE – Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, menetapkan status tanggap darurat bencana selama dua minggu ke depan akibat banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate.
“Selain itu kita juga telah membentuk posko tanggap darurat bencana banjir bandang di Kelurahan Rua dan menyampaikan duka yang mendalam atas musibah yang dialami warga,” kata Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, di Ternate, Minggu (25/8/2024).
Pemkot Ternate telah mengevakuasi para korban banjir bandang dan akan terus fokus pada proses evakuasi.
Pemkot Ternate juga berencana memverifikasi nama-nama korban secara cermat untuk memastikan data yang akurat, yang akan dikelola melalui posko tanggap darurat.
“Sedangkan untuk pengungsi banjir bandang ini kita tempatkan di SMK Pelayaran Kelurahan Kastela dan korban yang lain sudah berada keluarga mereka untuk sementara waktu,” katanya.
Pemerintah juga telah menyediakan posko pengungsi di SD Kelurahan Rua untuk memudahkan evakuasi dan koordinasi.
Pemerintah kota akan memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, seperti air bersih dan makanan, di posko tersebut. Berdasarkan data terakhir, jumlah korban meninggal mencapai 13 orang, dengan satu korban ditemukan tepat sebelum pencarian dihentikan sementara.
Sementara itu, data dari tim posko tanggap darurat mencatat ada 11 korban meninggal. Tim SAR gabungan terus melakukan upaya evakuasi dan pencarian korban di Kelurahan Rua, di mana banjir bandang membawa material lumpur, batu, dan kayu besar yang menghancurkan pemukiman warga.
Empat unit ekskavator dikerahkan untuk membersihkan material yang menutup akses jalan utama di lokasi tersebut, meskipun hujan terus turun.




