Mengais Rejeki Saat Lebaran, Upah Pembantu Infalan Berlipat-lipat

Ilustrasi/ Poskotanews

DEPOK – Asisten Rumah Tangga (ART) atau biasa disapa pembantu rumah tangga infalan dibutuhkan saat ART yang biasa dipekerjakan majikannya tengah mudik lebaran. Tidak tanggung-tanggung penghasilan yang didapat bisa berlipat-lipat dibanding hari biasa.

Seperti dikutip dari Pikiran Rakyat, Yati (40), calon pembantu infalan asal Banjarnegara, Jawa Tengah mengaku baru pertama kali melakoni pekerjaan sementara itu. “Ingin coba-coba, katanya lumayan gajinya,” ucap Yati, Senin (27/6/2016).

Yati yang ketika itu berada di PT Hadi Jaya, perusahaan penyalur pembantu infalan di Depok, mendapat petuah terkait kewajiban menjadi pembantu yang baik hingga pesan menjaga kesehatan terlontar dari mulut sang pemilik tempat, bersama puluhan perempuan lainnya.

Memberikan bocoran, Yati mengatakan dengan masa kerja selama dua pekan, ia mengaku bisa mengantungi gaji Rp 250 ribu perhari. Untuk itu, Yati rela meninggalkan keluarga di kampung halamannya.

Yati yang terbiasa hidup merantau juga mengaku tidak masalah jika harus berlebaran tanpa keluarga. “Sudah biasa hidup merantau,” tuturnya.

Begitupun dengan calon lainnya, Siska, yang sudah membulatkan tekad menjadi pembantu infalan lebaran tahun ini. Bersama puluhan calon pembantu infal lainnya, Siska telah tinggal selama 2 hari di kantor PT Hadi Jaya menunggu disalurkan.

Bagi Siska, pekerjaan tersebut penting untuk mendapatkan biaya membayar tunggakan perawatan anaknya yang telah meninggal. “Lahirnya prematur, anaknya sudah dikubur, tetapi ada cicilan biaya rumah sakit,” ucapnya.

Kini, tunggakan Siska di rumah sakit mencapai Rp 6,5 juta. Selain membayar cicilan rumah sakit, uang hasil bekerja sebagai pembantu infalan akan digunakan untuk biaya peringatan 40 hari sang anak.

Sementara itu, Direktur Utama PT Hadi Jaya, Wuryani mengatakan pihaknya mempersiapkan sekitar 500 pembantu infalan selama lebaran 2016. Para pembantu disalurkan ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.

“Sudah tersalur kurang lebih 250 (pembantu infalan) lebih,” ucap Wuryani. Pekerja infalan, tuturnya, bekerja selama 15 hari dengan gaji Rp 150 – 175 ribu perhari. Untuk pengasuh bayi, gajinya Rp 250 ribu perhari.

Namun dengan harga yang fantastis, Wuryani juga menegaskan bahwa seleksi ketat dilakukannya untuk menyalurkan pembantu infalan ini.

Ia hanya menerima calon pembantu yang telah berpengalaman. “Kalau kerja tidak sesuai bisa dipulangkan (majikan),” ujarnya.

Selain itu untuk keselamatan dan kesejahteraan para karyawannya, ia mewanti-wanti para majikan untuk memperlakukan pembantu sementara dengan baik. Bila ada tindakan kekerasan, Wuryani memastikan perusahaanya melakukan pendampingan hukum. Namun jika anak asuhnya yang berulah, Wuryani juga tak segan-segan menggantinya.

Advertisement