Studi Ungkap Cara Mudah dan Murah Mempersingkat Durasi Flu pada Anak

Ilustrasi/ iStock

JAKARTA – Flu adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Umumnya, penyakit ini terjadi selama musim pancaroba.

Flu mudah menular, terutama dalam 3–4 hari pertama setelah seseorang terinfeksi virus. Meski gejalanya umum, flu bisa sangat mengganggu.

Anak-anak sering terkena flu, namun biasanya sembuh sendiri. Meskipun flu dianggap ringan, banyak orang tua khawatir karena flu dapat berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan yang lebih serius, disertai demam, dan bisa menyebar ke anggota keluarga lainnya.

Penelitian terbaru menunjukkan ada cara cepat untuk memperpendek durasi flu sekaligus mengurangi risiko penularan. Dalam studi yang dipresentasikan di Kongres European Respiratory Society (ERS) di Wina, Austria, ditemukan bahwa penggunaan tetes garam hidung bisa mengurangi durasi flu pada anak-anak hingga dua hari.

Menurut Profesor Steve Cunningham dari University of Edinburgh, anak-anak rata-rata mengalami 10 hingga 12 infeksi saluran pernapasan atas per tahun.

“Ada obat untuk meredakan gejala, seperti parasetamol dan ibuprofen, tetapi tidak ada perawatan yang dapat membuat flu sembuh lebih cepat,” kata Cunningham.

Peneliti kemudian memutuskan untuk menguji manfaat klinis tetes garam hidung dalam studi terhadap 407 anak di bawah usia enam tahun. Dari jumlah tersebut, 301 anak mengalami flu selama penelitian.

Setengah dari orang tua diajari cara membuat dan menggunakan tetes garam hidung pada anak-anak mereka (tiga tetes per lubang hidung, setidaknya empat kali sehari), sementara sisanya memberikan perawatan biasa.

“Kami menemukan bahwa anak-anak yang menggunakan tetes hidung garam mengalami gejala flu selama rata-rata enam hari, sementara anak-anak yang mendapat perawatan biasa mengalami gejala selama delapan hari. Anak-anak yang menerima tetes hidung garam juga memerlukan obat yang lebih sedikit selama sakit mereka,” ujar Cunningham.

Sebanyak 82 persen orang tua menyatakan bahwa tetes garam membantu anak sembuh lebih cepat, dan 81 persen mengatakan mereka akan menggunakan metode ini lagi di masa depan.

Secara ilmiah, garam membantu melawan virus flu karena kandungan natrium dan kloridanya. Sel-sel di hidung dan tenggorokan menggunakan klorida untuk menghasilkan asam hipoklorit, yang membantu melawan virus dengan menekan replikasi virus, sehingga mengurangi durasi gejala.

Selain memperpendek durasi flu, tetes garam hidung juga mengurangi penularan di rumah tangga, dari 61 persen dengan perawatan biasa menjadi 46 persen dengan penggunaan tetes garam.

Profesor Alexander Möeller dari University Children’s Hospital Zurich menyatakan bahwa metode sederhana dan murah ini bisa diterapkan secara global, memberikan cara yang aman dan efektif bagi orang tua untuk mengurangi dampak flu pada anak-anak serta mengurangi beban kesehatan dan ekonomi akibat penyakit ini.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here