Kebiasaan Buruk Ini Bisa Merusak Otak

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Otak adalah organ vital dalam tubuh manusia yang berfungsi mengendalikan berbagai aktivitas seperti pikiran, ingatan, ucapan, emosi, gerakan tubuh, serta detak jantung dan pernapasan.

Menjaga kesehatan otak sangat penting agar fungsinya berjalan dengan baik. Otak membutuhkan aliran darah yang lancar serta nutrisi seperti vitamin, mineral, glukosa, dan antioksidan.

Kesehatan otak dapat terganggu oleh kebiasaan hidup yang tidak sehat. Dr. Raghvendra Ramdasi, seorang Konsultan Bedah Saraf di Rumah Sakit Jaslok, Mumbai, menyatakan banyak pasien muda secara tidak sadar merusak otak mereka melalui kebiasaan seperti kurang tidur, penggunaan perangkat digital berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, serta pola makan tidak sehat.

Kurang tidur mengganggu fungsi kognitif, sedangkan makanan cepat saji tidak menyediakan nutrisi yang dibutuhkan otak. Selain itu, stimulasi berlebihan dari perangkat digital menyebabkan kelelahan mental, dan stres kronis memengaruhi memori serta fokus.

Dia menambahkan, penyalahgunaan zat merusak koneksi saraf. Multitasking juga menghambat pembelajaran mendalam dan kreativitas.

“Mengadopsi kebiasaan yang lebih sehat sangat penting untuk melindungi kesehatan otak dan mempromosikan ketahanan kognitif jangka panjang,” ungkapnya dalam wawancara dengan HT Lifestyle dikutip dari The Hidustan Times, Minggu (8/9/2024).

Dr. Vikram Huded, seorang ahli Neurologi Intervensi di Grup Narayana, menekankan bahwa kebiasaan buruk yang dimulai sejak usia muda, seperti penggunaan layar yang berlebihan dan kurang tidur, dapat merusak perkembangan kognitif dan menyebabkan kerusakan otak yang permanen.

Ia menyarankan orang tua untuk memantau penggunaan layar dan mendorong aktivitas fisik serta interaksi lingkungan untuk mendukung pertumbuhan otak. Pola makan seimbang dan tidur yang cukup juga penting untuk perkembangan otak optimal.

Dr Arvind Bhateja, Kepala Bedah Saraf dan Tulang Belakang di Rumah Sakit Sparsh, menambahkan bahwa kebiasaan buruk seperti kualitas tidur yang buruk, stres tinggi, dan gaya hidup yang tidak aktif mempercepat penuaan otak, terutama pada orang dewasa berusia 40 hingga 50 tahun.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here