RUMANIA – Eropa Timur tengah menghadapi banjir besar yang telah menyebabkan sedikitnya empat orang meninggal dan puluhan ribu orang harus mengungsi, berdasarkan laporan dari otoritas setempat.
Curah hujan tinggi melanda sejumlah negara, termasuk Rumania, Republik Ceko, Polandia, Slowakia, Hongaria, Jerman bagian selatan, dan beberapa wilayah di Austria dalam beberapa hari terakhir.
Di wilayah Galati, Rumania timur, banjir menghancurkan sekitar 5.000 rumah dan memutus pasokan listrik untuk 25.000 penduduk.
Departemen Situasi Darurat Rumania melaporkan penemuan empat jenazah, termasuk tiga wanita lanjut usia dan seorang pria.
Presiden Rumania, Klaus Iohannis, menekankan pentingnya memperkuat kemampuan dalam menghadapi cuaca ekstrem.
“Kita harus terus memperkuat kemampuan untuk mengantisipasi fenomena cuaca ekstrem. Banjir parah yang melanda sebagian besar negara ini telah menyebabkan hilangnya nyawa dan kerusakan besar,” katanya.
Republik Ceko juga dilanda banjir, terutama di bagian utara, dengan lebih dari 50.000 rumah mengalami pemadaman listrik.
Perdana Menteri Ceko, Petr Fiala, memperingatkan kemungkinan hujan lebih deras dan mendesak kesiapan untuk menghadapi skenario terburuk.
“Kita harus siap menghadapi skenario terburuk. Akhir pekan yang berat menanti kita,” katanya.
Sementara itu, seorang pria berusia 54 tahun hilang setelah jatuh ke sungai yang meluap, dan tiga lainnya belum ditemukan setelah terbawa arus saat berada di jalan.
Austria juga mengalami dampak besar, dengan 24 desa di Negara Bagian Lower Austria dinyatakan sebagai zona bencana, dan evakuasi diberlakukan.
Gubernur Johanna Mikl-Leitner dan Kanselir Karl Nehammer memperingatkan bahwa tantangan yang dihadapi ke depan akan sangat berat, baik bagi warga yang terdampak maupun tim penyelamat.
Infrastruktur perlindungan banjir di Wina juga dihadapkan pada ujian besar, yang belum pernah terjadi sejak pembangunannya pada 1970-an dan 1980-an.





