BOGOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan kemacetan parah yang terjadi pada libur panjang pekan kemarin di Puncak terjadi karena volume lalu lintas meningkat hingga tiga kali lipat.
“Kemacetan terjadi diakibatkan karena jumlah volume lalu lintas yang akan menuju kawasan puncak meningkat hingga tiga kali lipat dari kondisi hari libur biasanya,” kata Koswara.
Menurut Koswara, aparat kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas one way. Namun, rekayasa lalu lintas tersebut tidak menjadi solusi sebab hanya untuk kendaraan roda empat.
“Kendaraan roda dua dari arah yang berlawanan berebut lajur atau melanggar marka menyebabkan akses kedua arah terkunci,” kata Koswara.
Selain itu, banyaknya simpang akses jalan alternatif ke akses utama membuat dampak kecamatan. Ke depan, ia menyebutkan jangka pendek yang dapat dilakukan optimalisasi ganjil genap kendaraan roda dua dengan pelat nomor luar daerah Bogor.
Serta, optimalisasi kebijakan 4 in 1. Termasuk pembatasan jam operasional angkutan barang. Sedangkan jangka panjang pembatasan kendaraan pribadi yang akan masuk puncak.
Selain itu, pengendalian kegiatan wisata, yang harus didukung oleh akses transportasi. Serta menambah aksesbilitas menuju kawasan puncak melalui Tol Bocimi.
Akibat kemacetan tersebut, seorang warga meninggal dunia akibat mengalami kelelahan saat terjadi kemacetan panjang di Puncak.




