Indonesia Kutuk serangan Israel ke Lebanon, Menlu Retno: Jangan jadi New Normal

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6/2024). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)

NEW YORK – Indonesia mengutuk keras serangan udara Israel ke Lebanon yang dimulai pada Senin (23/9/2024) dan berlanjut hingga Selasa. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyampaikan hal ini saat menghadiri Sidang ke-79 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa, waktu setempat.

“Kita melihat situasi ini dan kita mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon yang mengakibatkan korban ratusan nyawa warga sipil termasuk anak-anak,” kata Retno.

Berdasarkan laporan Pemerintah Lebanon yang dikutip dari Reuters, hingga Selasa, jumlah korban tewas telah mencapai 558 orang, dengan lebih dari seribu orang terluka.

Serangan ini, menurut Retno, semakin memperburuk ketegangan di Timur Tengah yang tengah mengalami krisis kemanusiaan, terutama akibat kekejaman Israel terhadap Palestina.

“Terutama karena atrocities, kekejaman yang terus dilakukan oleh Israel kepada Bangsa Palestina. Dan, kekerasan serta agresi seperti ini tidak boleh menjadi sebuah new normal,” tegasnya.

Menlu juga mendesak Dewan Keamanan PBB dan masyarakat internasional untuk mengambil tindakan tegas guna meredakan ketegangan dan menghentikan kekerasan yang terus terjadi.

Indonesia, yang mengirim pasukan perdamaian terbesar untuk Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL), dengan jumlah 1.232 personel, juga memerhatikan keselamatan mereka.

Retno menekankan bahwa serangan terhadap Lebanon ini merupakan perluasan konflik utama, yaitu kekejaman Israel terhadap Palestina. Oleh karena itu, Indonesia terus menyerukan gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan di wilayah konflik, khususnya Palestina.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here