Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan Hampir 560 Jiwa, 27 Ribu Warga Mengungsi

Serangan udara di Lebanon pada 28 Juli 2024/ foto: Getty Images via BBC

BEIRUT – Sedikitnya 27.000 warga terpaksa mengungsi dari Lebanon selatan dan wilayah Bekaa ke tempat penampungan sementara akibat serangan militer Israel.

Menteri Lingkungan Hidup Lebanon, Nasser Yassin, dalam konferensi pers setelah meninjau beberapa tempat penampungan, Selasa (24/9/2024), menjelaskan bahwa kerusakan terjadi di kota-kota di wilayah selatan, pinggiran selatan Beirut, dan bagian lain dari Lebanon.

Kerusakan ini, kata dia, memaksa puluhan ribu warga melarikan diri ke wilayah yang lebih aman. Yassin menyebutkan, sekitar 252 sekolah pemerintah di seluruh Lebanon telah dialihfungsikan sebagai tempat penampungan sementara bagi para pengungsi.

Dia menambahkan bahwa 27.000 warga dari wilayah selatan dan Bekaa mengungsi ke berbagai tempat penampungan terbuka di seluruh Lebanon akibat serangan Israel yang terus berlanjut.

Dalam 24 jam terakhir, telah dimulai upaya distribusi bantuan pokok, paket kebersihan, dan makanan untuk sekitar 20.000 pengungsi.

Tentara Israel melancarkan serangan udara mematikan di Lebanon sejak Senin (23/9/2024) pagi, menyebabkan hampir 560 korban tewas, termasuk 95 wanita dan 50 anak-anak, serta melukai 1.835 orang, menurut Menteri Kesehatan, Firas Abiad.

“Kebanyakan korban dalam serangan Israel sejak Senin pagi adalah warga sipil yang tidak bersenjata di rumah mereka. Ini membantah tuduhan pihak Israel tentang penargetan para pejuang,” tuturnya.

Konflik lintas batas antara Hizbullah dan Israel telah berlangsung sejak awal serangan Israel ke Jalur Gaza, yang menewaskan lebih dari 41.400 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak.

Komunitas internasional telah memperingatkan bahwa serangan di Lebanon dapat memperluas konflik Gaza ke wilayah yang lebih luas.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here