JAKARTA – Serangan bom yang terjadi di bandara Attaturk, Istanbul membuat Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Turki meningkatkan kewaspadaan.
Hal ini disampaikan Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI Lalu Muhamad Iqbal melalui keterangan tertulisnya, Rabu (29/2016).”Pemerintah kembali mengingatkan kepada seluruh WNI yang ada di Turki untuk jaga keamanan pribadi, meningkatkan kewaspadaan, menghindari tempat-tempat keramaian yang dapat menjadi target teror serta mengikuti arahan dan imbauan otoritas keamanan setempat,” katanya.
Hingga rilis ini dikeluarkan, belum diperoleh informasi adanya WNI yang menjadi korban.
Namun Iqbal sudah memastikan jika KJRI Istanbul sudah memantau bandara tempat serangan bom dilakukan, “KJRI Istanbul telah menugaskan staf untuk memantau di Bandara Attaturk, berkoordinasi dengan otoritas setempat, berkoordinasi dengan masyarakat Indonesia di Istanbul dan melakukan penelusuran untuk mencari kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban,” ucapnya, dikutip dari Pikiran Rakyat.
Saat ini, tuturnya, terdapat sekitar 728 WNI di Turki. Sebayak 310 di antaranya adalah mahasiswa dan sebagian lagi WNI yang bekerja di Turki.
Terkait hal ini, Kemenlu RI melalui KBRI Istanbul pun membuka hotline di nomor +905319831534 ‎dan +6281290070027
Selasa (28/6/2016) dua kali ledakan terpisah menyerang di Bandara Attaturk, Istanbul, Turki. Menurut keterangan Pemerintah Turki, sejauh ini terdapat 28 korban meninggal dan puluhan orang lainnya luka-luka akibat kejadian tersebut.
Indonesia mengecam keras serangan teror itu. Diduga, pelaku melakukan tembakan sebelum melakukan bom bunuh diri. Para saksi mata menyatakan sempat mendengar adanya baku tembak di lapangan parkir bandara.





