
CILACAP – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap, Budi Setyawan, melaporkan bahwa banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Nusawungu akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (1/12) hingga Senin pagi.
“Posisi Kecamatan Nusawungu memang merupakan daerah yang rendah (cekungan), sehingga ketika hujan seharian pasti akan terjadi genangan,” katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Senin (2/12/2024).
Menurut laporan sementara yang diterima BPBD, Desa Klumprit menjadi daerah yang paling terdampak di Kecamatan Nusawungu.
Genangan air di pekarangan rumah warga mencapai ketinggian hingga 75 cm, sementara di dalam rumah sekitar 10-15 cm.
“Berdasarkan pendataan sementara, yang kemasukan air baru dua rumah. Pengungsian belum ada, namun karena ada balita di salah satu rumah yang kemasukan air, untuk sementara tinggal di rumah warga yang belum kemasukan air,” katanya.
Di desa-desa lain, genangan air masih terbatas pada pekarangan rumah dan jalanan, sehingga aktivitas warga tetap berjalan normal.
Meski demikian, BPBD terus memantau situasi karena hujan deras masih berpotensi terjadi.
Budi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengamankan barang-barang berharga di tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan jika air masuk ke rumah.
Selain Desa Klumprit, wilayah lain di Kecamatan Nusawungu seperti Desa Kedungbenda RT 04 RW 02 juga mengalami genangan air.
Namun, genangan tersebut masih terbatas pada pekarangan dan jalan dengan ketinggian air di titik terendah sekitar 10-30 cm.




